Laporkan Masalah

Islah: Upaya Resolusi Konflik Internal Partai Politik (Studi Kasus: Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPR RI)

ZIDNY TAQIYYA, Longgina Novadona Bayo, S.IP, MA

2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)

Pada hakikatnya, partai politik memiliki peranan yang cukup penting dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi dalam sistem demokrasi yang dianut di Indonesia. Namun, jika fungsi-fungsi tersebut tidak berjalan secara optimal tentu sangat disayangkan. Salah satu hal yang dapat menyebabkan fungsi suatu partai politik tidak optimal adalah adanya persoalan yang menimpa internal partai tersebut yaitu Faksionalisme. Faksionalisme seringkali menimpa partai-partai politik. Diantara sekian partai yang mengalami Faksionalisme, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadi salah satu partai politik yang mengalami hal ini. Penelitian ini menggunakan mekanisme skripsi karya magang dalam menjawab persoalan tersebut. Islah menjadi salah satu bahasan pokok analisis dalam penelitian ini. Skripsi ini mencoba menjawab apakah Islah mampu menjadi resolusi konflik internal partai politik. Penelitian ini menggunakan Studi Kasus pada Fraksi PPP di DPR RI. Pada akhirnya diperoleh kesimpulan bahwa Islah telah berhasil menjadi resolusi konflik internal partai politik sebagaimana yang dilakukan Partai Persatuan Pembangunan melalui Mukhtamar Islah di Pondok Gede. Islah yang dilakukan dapat berimplikasi pada banyak aspek dan variable salah satunya adalah kondisi Fraksi PPP di DPR dan MPR RI yang menjadi semakin tertata, semakin bersinergi dan mampu menjalan Tupoksi dengan optimal.

In essence, the political parties have an important role in carrying out the duties and functions in a democratic system adopted in Indonesia. However, it’s very unfortunately if these functions are not running optimal. One of the things that can cause the function of a political party is not optimal is Factionalism. Factionalism often override political parties. For example the parties is Partai Persatuan Pembangunan (PPP) into one political party who has experienced this Factionalism. This study uses a mechanism internship thesis work in answering the question. Islah became one the subject of analysis in this study. This thesis is tried to answer whether Islah able to become a political party's internal conflict resolution. This study uses a case study on the PPP faction in Parliament. In the end, we concluded that Islah has managed to become a political party's internal conflict resolution as did PPP through Mukhtamar Islah in Pondok Gede. Islah can implicated in many aspects and variables, one of which is the condition of the PPP faction in the DPR and MPR are becoming more organized, more together and capable of running at optimal Auth.

Kata Kunci : Islah, Faksionalisme, Fraksi, Konflik, Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

  1. S1-2017-353503-abstract.pdf  
  2. S1-2017-353503-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-353503-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-353503-title.pdf