Laporkan Masalah

Estimasi Nilai Ripitabilitas Bobot Lahir dan Bobot Sapih Kambing Boerja di CV. Kambing Burja Batu, Malang, Jawa Timur

SHANDY ARCHIE N , Dyah Maharani, S.Pt.,M.P., P.hD.;Prof. Ir. I Gede Suparta Budisatria, M.Sc., Ph.D.

2017 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai ripitabilitas bobot lahir dan bobot sapih pada kambing Boerja di CV. Kambing Burja Batu, Malang, Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada bulan November 2016. Materi penelitian yang digunakan adalah catatan keturunan kambing Boerja selama tahun 2013 hingga tahun 2015 dari 334 induk. Estimasi ripitabilitas dihitung menggunakan metode korelasi antar kelas dan dalam kelas. Metode korelasi antar kelas menggunakan dua catatan keturunan dengan data sebanyak 891 ekor cempe, sedangkan metode korelasi dalam kelas menggunakan tiga catatan keturunan dengan data sebanyak 614 ekor cempe. Data yang diperoleh distandarisasi dengan menggunakan faktor koreksi. Faktor koreksi dibuat terhadap jenis kelamin, tipe kelahiran, dan paritas. Hasil estimasi ripitabilitas bobot lahir menggunakan metode korelasi antar kelas adalah 0,33���±0,05 dan menggunakan metode korelasi dalam kelas sebesar 0,25���±0,05. Hasil estimasi ripitabilitas bobot sapih menggunakan metode korelasi antar kelasdan dalam kelas masing-masing adalah 0,14���±0,05 dan 0,21���±0,05. Disimpulkan bahwa hasil estimasi ripitabilitas bobot lahir kambing Boerja termasuk dalam kategori sedang dan tinggi, sedangkan bobot sapih kambing Boerja termasuk dalam kategori ripitabilitas sedang.

The purpose of this research was to estimate the repeatibility of birth and weaning weights on Boerja goat at CV. Kambing Burja, Batu, Malang, East Java. This research was conducted in November 2016. In total, the parity record of 334 Boerja ewes since 2013 until 2015 were used in the study. Interclass and intraclass correlation methods were used to estimate the repeatability value. Interclass correlation method used two parity record with 891 kids, intraclass correlation method used three parity record with 614 kids. Data was corrected using correction factors. The correction factors were adjusted for sex, type of birth, and parity. The results indicated that repeatability estimation for birth weight using interclass correlation method was 0,33���±0,05, whereas the intraclass correlation method was 0,25���±0,05. Repeatability estimation for weaning weight using interclass correlation method was 0,14���±0,05 and by intraclass correlation method was 0,21���±0,05. It is concluded that repeatability estimation birth weight on Boerja goat was high and middle category, whereas repeatability estimation weaning weight classified in middle category.

Kata Kunci : Ripitabilitas,Bobot lahir,Bobot sapih,Kambing Boerja.

  1. S1-2017-331581-abstract.pdf  
  2. S1-2017-331581-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-331581-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-331581-title.pdf