Laporkan Masalah

STUDI POTENSI BAHAYA TSUNAMI SEBAGAI MASUKAN DALAM PENGELOLAAN PESISIR BERBASIS BENCANA DI WILAYAH PAPUA

INTAN WILUJENG F, Dr. Nurul Khakhim, M.Si dan Prof. Dr. rer. nat. Muh. Aris Marfai, M.Sc.

2017 | Tesis | S2 Geografi

Papua merupakan salah satu wilayah pesisir yang rawan terhadap bencana tsunami dan memiliki zona dugaan celah kegempaan yang diindikasikan sebagai wilayah yang berpotensi terjadinya gempabumi pembangkit tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi zona celah kegempaan di wilayah Papua, mensimulasikan tinggi runup dan inundasi tsunami di pesisir Papua serta memberikan rekomendasi awal terhadap pemegang kebijakan terkait pengelolaan pesisir berbasis mitigasi bencana tsunami. Identifikasi zona celah kegempaan dilakukan berdasarkan hasil analisis potensi seismotektonik dengan menggunakan program Zmap. Simulasi penjalaran gelombang tsunami dilakukan dengan model numerik TUNAMI-N2 yang akan menghasilkan ketinggian runup tsunami dan potensi penggenangan di wilayah pesisir. Hasil penelitian mengidentifkasi zona celah kegempaan Papua berada di sekitar Biak. Simulasi dengan model numerik menghasilkan tinggi tsunami maksimum di Teluk Korem mencapai 5-6 meter dari permukaan laut dan di pantai Wari setinggi 7 meter dengan area penggenangan mencapai ratusan meter. Rekomendasi perencanaan dan pengelolaan pesisir berbasis bencana dilakukan berdasarkan klasifikasi tingkat risiko tsunami di pesisir utara Biak. Teluk Korem dan pantai Wari merupakan pesisir dengan tingkat risiko tinggi, pantai Batu Pica memiliki tingkat risiko sedang dan pesisir di bagian timur Teluk Korem memiliki tingkat risiko rendah.

Papua is one of the coastal regions which is vulnerable to tsunami. historically, Biak earthquake and tsunami in 1996 - as a result of subduction of Carolina and Indo-Australian plate - has left hundreds of people dead and thousands of houses destroyed. Theory of seismic gap indicates that tsunamigenic earthquake may occur in Northern Papua. This study aimed to identify the seismic gaps in Papua, to simulate tsunami run-ups and inundations, and to provide recommendation for stakeholders related to coastal planning and management based on tsunami mitigation. The identification of seismic gap was based on potential seismotectonic analysis using Zmap. The numerical model of TUNAMi-N2 was used for tsunami propagation modeling, in which the outputs are tsunami height and inundations. The output of tsunami simulation was tsunami height in Korem Gulf reaching 5-6 meters and at Wari Beach was recorded at 7 meters above the mean sea level with an inundation area covering hundreds of meters. Classification of the tsunami risk level is used for coastal planning and management recommendation based on tsunami mitigation. Coastal areas with high risk of tsunami hazards were Wari beach and Korem Gulf, while Batu Pica beach has a moderate risk, as for the coastal areas in the eastern Korem gulf held low risk of tsunami hazard

Kata Kunci : Keyword: seismic gap, seismotectonic analysis, tsunami modeling, coastal management

  1. S2-2017-387525-abstract.pdf  
  2. S2-2017-387525-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-387525-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-387525-title.pdf