VALIDASI KLINIK GENERAL HEALTH QUESTIONNAIRE-12 SEBAGAI INSTRUMEN SKRINING GANGGUAN STRES PASCA-TRAUMA DI PUSKESMAS
HIKMATUN BALIGHOH NUR FITRIYATI, Rahmat Hidayat, S.Psi., M. Sc., Ph.D
2017 | Tesis | S2 Psikologi ProfesiGangguan stres pasca-trauma menjadi satu dari sepuluh gangguan dengan prevalensi tertinggi di Puskesmas. Secara global, prevalensi gangguan stres pasca trauma berkisar antara 10-15 %. Data Sistem Informasi Kesehatan Mental (SIKM) menunjukkan ada 89 (1.19%) pasien di puskesmas kabupaten Sleman dan kota Yogyakarta mengalami gangguan stres pasca-trauma. Data tersebut menjadi tanda bahwa sistem deteksi gangguan stres pasca-trauma masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas klinik GHQ-12 sebagai instrumen skrining gangguan stres pasca-trauma pada setting layanan kesehatan di Puskesmas. Structured Clinical Interview for DSM IV Disorder-Axis I (SCID-I) digunakan sebagai standar baku untuk menguji akurasi hasil skrining. Subjek yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah 250 pasien dewasa usia 18-60 tahun dari 21 Puskesmas di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Prevalensi pasien yang mengalami gangguan stres pasca-trauma adalah 14.6 % (31 pasien). Hasil uji psikometrik menunjukkan bahwa data penelitian reliabel untuk dianalisis (koefisien Alpha Cronbach = 0,866) dan GHQ-12 adalah instrumen yang multidimensi berdasarkan Principal Component Analysis. Hasil uji diagnostik (AUC = 51.6%; sensitivitas = 58.4%; spesifisitas = 48.4%; LR+= 1; dan LR- = 1) menunjukkan bahwa GHQ-12 tidak dapat menjadi instrumen skrining gangguan stres pasca-trauma di Puskesmas.
Post-traumatic stress disorder is one of the seven highest prevalence disorders in primary care (Puskesmas). Even so, the survey shows that there is no screening instrument used to facilitate the detection of post-traumatic stress disorder. General Health Questionnaire-12 (GHQ-12) has been successfully adapted and tested as a screening instrument of various mental disorders in primary care. This research is aimed to test the clinical validation of GHQ-12 as screening for post-traumatic stress disorder in primary care setting. The result of clinical interview based on Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder IV Text Revision (DSM-IV-TR) held by trained psychologists is used as gold standar. There were 215 adult subjekts age 18-60 from ten Puskesmas�s in Sleman dan Yogyakarta, Yogyakarta Province. There were 14.6% (31 patient) diagnosed have post traumatic stress disorder. Psychometric tests showed the datas were reliable to be analyzed (Alpha Cronbach = 0.866) and GHQ-12 is multidementional instrument based on Principal Component Analysis. diagnostic test (AUC = 51.6%; sensitivity = 58.4%; specivicity = 48.4%; LR+= 1; and LR-= 1 showed that GHQ-12 can�t be screening instrument for post traumatic stress disorder in Puskesmas.
Kata Kunci : GHQ-12, gangguan stres pasca-trauma, layanan kesehatan dasar, validasi klinik, skrining