Laporkan Masalah

PERWUJUDAN KAWASAN SENTRA GUDEG WIJILAN SEBAGAI PENDUKUNG DESTINASI GASTRONOMI KOTA YOGYAKARTA

YUNTIKA LUTVIYANI, Yulita Kusuma Sari, S.T., M.Sc

2017 | Skripsi | S1 PARIWISATA

Kota Yogyakarta telah dinobatkan menjadi Kota Gastronomi pada tahun 2015 dalam Dialog Gastronomi Nasional yang diselenggarakan oleh Akademi Gastronomi Indonesia yang bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata. Potensi yang diangkat adalah ikon kuliner gudeg, yang mana telah ada sejak zaman dahulu dan semakin berkembang hingga saat ini. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengungkap proses perwujudan Kawasan Sentra Gudeg Wijilan sebagai destinasi gastronomi di Kota Yogyakarta, dan (2) Mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi perwujudan kawasan Wijilan sebagai destinasi gatronomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dan informasi dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam, observasi langsung, serta kajian dokumen dan literatur. Pada penelitian ini cara analisis data menggunakan teknik analisis deret waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada perwujudan kawasan sentra gudeg Wijilan sebagai pendukung destinasi gastronomi Kota Yogyakarta mempunyai 3 tahap yaitu perubahan sektor ekonomi, pengembangan sentra gudeg Wijilan sebagai atraksi wisata, dan proses pembentukan jaringan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhinya adalah faktor kreativitas SDM, promosi media, kerjasama stakeholder, dan perkembangan teknologi.

Yogyakarta has been named as a City of Gastronomy in 2015 in the National Gastronomy Dialogue by Indonesian Gastronomy Academy and Indonesian Ministry of Tourism. The most renowned potential is gudeg as culinary icon which has been invented since by long time ago and still developing until this moment. It study aims for: (1) Displaying the stages of the process toward realization of gudeg Wijilan district as supporting destination of gastronomy tourism in Yogyakarta and (2) Revealing the factors that may influence the development process as supporting destination of gastronomy tourism in Yogyakarta. This study used a qualitative approach with the case study method. Data collected using in depth interviews, observations and study of documents and literatures. The methods of data analysis used time line analysis techniques. The results showed that the process toward realization of gudeg Wijilan district as supporting destination of gastronomy tourism in Yogyakarta has 3 stages which changes the economic sectors, development of gudeg Wijilan district as a tourism attraction and the process of network formation. The factors that influence are creativity of human resources, media promotion, stakeholder cooperation, and the technological development.

Kata Kunci : Kata Kunci: Wijilan, gastronomi, gudeg

  1. S1-2017-328948-abstract.pdf  
  2. S1-2017-328948-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-328948-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-328948-title.pdf