IRONI PENGENTASAN KEMISKINAN: PNPM MPd di Desa Girirejo Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul
ENDAH SITIA NINGSIH HSB, Prof. Dr. Purwo Santoso, M.A.
2017 | Skripsi | S1 ILMU PEMERINTAHAN (POLITIK DAN PEMERINTAHAN)Selama ini penerimaan dan kebanggaan terhadap PNPM Mandiri Pedesaan (MPd) bisa membuat kita kehilangan pemahaman akan esensi kemiskinan dan perpolitikan dibalik itu. Analisis kritis perlu dilakukan agar popularitas program itu tidak melebar terlalu jauh menjadi praktek pembodohan karena diam-diam yang berlangsung di balik cara memaknai kemiskinan. Untuk itu maka tolak ukur kemiskinan yang diberlakukan dalam hal ini adalah kemiskinan yang berwatak struktural dan dalam ruang lingkup mikro. Dengan demikian, proses yang harus terjadi dan hendak dilacak dalam studi ini adalah proses perubahan sosial yang berwatak struktural. Untuk itu penting membuktikan seberapa jauh PNPM Mandiri MPd membidik perubahan struktural dalam upayanya mengentaskan kemiskinan di Desa Girirejo?. Dibalik pertanyaan diatas, sejatinya studi ini memuat evaluasi terhadap PNPM Mandiri. Untuk menunjukkan bias, maka evaluasi terhadap PNPM Mandiri dilakukan dengan framing kemiskinan struktural. Dikarenakan ada beberapa pertimbangan penting. Pertama, penanggulangan kemiskinan sudah terbiasa dilaksanakan sebagai prosedur administratif. Kedua, kemiskinan cenderung disederhanakan sebagai persoalan kelangkaan uang, dan oleh karenanya, fokus kegiatan penanggulagan kemiskinan pada umumnya adalah distribusi dan penggunaan uang. Ketiga, ketika ditelaah dari model sistem, sangat jarang implementasi kebijakan bersungguh-sugguh mengawal pelaksanaan kebijakan sedemikian sehingga tidak menghasilkan outcome sebagaimana dijanjikan. Dengan cara inilah peneliti mencoba untuk kritis dalam menelaah penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi kasus dengan melakukan wawancara dan observasi. Melalui studi mikro di Desa Girirejo terbukti bahwa PNPM MPd tidak pernah dieksekusi untuk melakukan perubahan struktural. Bisa dibuktikan dari adanya gap antara intervensi yang diberlakukan PNPM Mandiri terhadap kemiskinan di Girirejo. Serangkaian intervensinya berwujud pemberdayaan dan pembagian distribusi pinjaman lunak, notabennya tidak mengarah pada penggempuran struktural. Ketidakcocokan ini bermula dari cara pandang PNPM Mandiri memaknai kemiskinan sebatas kelangkaan uang. Pandangan yang terlalu simplifikatif ini juga berefek terhadap penanggulangannya yang tidak menjangkau struktural. Alih-alih menyelesaikan kemiskinan justru misi untuk memberdayakan masyarakat miskin malah merosot menjadi pemerdayaan. Padahal yang dibutuhkan untuk sampai pada perubahan struktural adalah butuh instrument canggih yang mampu menggempur struktur yang tidak adil. Kata Kunci: Kemiskinan Struktural, Pemberdayaan Masyarakat, PNPM Mandiri
All this time, acceptability and admiration of PNPM Mandiri Pedesaan (MPd) can make us lost sight of the essence of poverty and politics behind it. Critical analysis should've been made so this program's popularity wasn't becoming tricking practice that is happening behind 'ways to interpret poverty'. For that, benchmark that is used for interpreting poverty should be structural poverty and in micro scope. Therefore the process that is being analyzed in this writing is social changing process in structural characteristics. So it is important to prove 'how far can PNPM Mandiri MPd target structural change in order to alleviating poverty in Girirejo Village?' Behind above question, this study contain evaluation about PNPM Mandiri. For showing bias, this evaluation was using structural poverty 'framing'. Several important reasons for that are, first, poverty countermeasure was accustomed administrative procedure. Second, poverty tend to be simplified as money scarcity, hence poverty countermeasures only focus on distributing and usage of money. Third, when examined from system modeling, policy implementation rarely oversee in such detail therefore causing different outcome than what was expected. In these method, writer tried to be critical in analyzing poverty countermeasures. Qualitative methods were used by writer in the form of interview and observation. By means of micro study in Girirejo Village, it was proven that PNPM MPd hasn't been implemented for structural change. This can be proved by presence of gap between interventions by PNPM Mandiri for poverty in Girirejo. Several of its interventions were in the form of empowerment and distribution of soft loans, which didn't target in structural change. This incompatibility started with how PNPM interpret poverty as money scarcity. This simplified view lead to their countermeasures that didn't reach structural context. Instead of solving poverty, their strategies turned into just empowerment. Whereas what it really needed for structural change is sophisticated instrument to break the unjust structure. Keywords: structural poverty, society empowerment, PNPM
Kata Kunci : Kata Kunci: Kemiskinan Struktural, Pemberdayaan Masyarakat, PNPM Mandiri