PERBANDINGAN SKEPTISISME PROFESIONAL AUDITOR ATAS PERBEDAAN RENTANG WAKTU DAN KEYAKINAN KLIEN DALAM MENANGGAPI CLIENT INQUIRIES
RIZKI NUR ETIKASARI, Taufikur Rahman, S.E., M.B.A., Ak., C.A.
2017 | Skripsi | S1 AKUNTANSIPermintaan keterangan kepada klien (client inquiries) kini juga kerap dilakukan secara tidak langsung atau tertulis. Hal ini menyebabkan auditor hanya dapat menggunakan keyakinan klien dalam menilai reliabilitas bukti yang didapatkan. Selain itu, adanya rentang waktu pengembalian tanggapan dapat memungkinkan klien memberikan informasi yang bias kepada auditor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan skeptisisme profesional auditor yang muncul karena adanya perbedaan tingkat keyakinan klien dan rentang waktu pengembalian tanggapan atas client inquiries dengan menggunakan eksperimen semu 2x2 antarsubjek, yakni dua level terkait keyakinan klien (tinggi dan rendah) dan dua level terkait rentang waktu pengembalian tanggapan (lebih cepat dan lebih lambat dari yang diekspektasikan). Penelitian yang melibatkan 42 responden karyawan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia sebagai auditor eksternal pemerintah ini menunjukkan hasil bahwa auditor akan cenderung memiliki sikap skeptisisme profesional auditor yang lebih tinggi ketika mendapatkan tanggapan atas client inquiries dengan keyakinan klien yang rendah, terutama ketika tanggapan tersebut diberikan dalam rentang waktu yang lebih lama. Berkebalikan dengan skeptisisme profesionalnya, penelitian ini juga menunjukkan bahwa auditor akan menganggap kliennya lebih kredibel dalam memberikan tanggapan atas client inquiries ketika auditor tersebut mendapatkan tanggapan dengan tingkat keyakinan klien tinggi dan rentang waktu yang lebih cepat. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai literatur terkait skeptisisme profesional auditor sehingga auditor lebih memahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi tingkat skeptisisme profesionalnya dalam menilai reliabilitas bukti yang didapatkan dari klien.
These days, client inquiries were often conducted indirectly or in writing. This causes the auditors to use only client expressed confidence in assessing the reliability of the evidence obtained. Furthermore, the existence of response timing in giving back response might lead clients to provide a biased information to auditors. The aim of this study is to analyze the comparability of auditor professional skepticism that arise due to the differences in level of client expressed confidence and response timing in response to client inquiries by using 2x2 between-subject quasi-experiment, which is two different level related to client expressed confidence (high and low) and two different level related to client response timing (earlier and later than expected). The research, which included 42 employees who work as an external auditor in Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia as respondents, showed that auditors tend to have higher professional skepticism when the client expressed confidence towards client inquiries’ response is low, especially when the response is given in longer time span. In contrast to the professional skepticism, this research also showed that auditors will assume that client are more credible in giving response towards client inquiries when auditors receive response with higher client expressed confidence and shorter time span. The results of this research can be used as literature related to auditors professional skepticism. Therefore, auditors will understand more about factors that can affect their level of professional skepticism in assessing the reliability of evidence from clients.
Kata Kunci : skeptisisme profesional auditor, client inquiries, keyakinan klien, rentang waktu, kredibilitas klien.