Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pasien Diabetes Melitus Terkait dengan Retinopatik Diabetika di Perkotaan Provinsi D.I. Yogyakarta
TALITHA NAJMILLAH S, dr. M. Bayu Sasongko, Sp.M, M. Epi, Ph.D ; Dra. R.A. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D ; dr. R. Haryo Yudono, M.Sc., Sp.M(K)
2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Deteksi dan penanganan dini retinopati diabetika (RD) dapat membantu mencegah kebutaan. Idealnya dilakukan skrining RD setiap satu tahun pada pasien diabetes melitus (DM), namun pada kenyataannya hampir satu dari empat penderita DM berusia lebih dari atau sama dengan 40 tahun tidak melakukan pemeriksaan mata tahunan dan salah satu faktor yang mempengaruhi adalah faktor sosiodemografis. Oleh karena itu, penting adanya untuk menilai pengetahuan, sikap, dan praktik pasien diabetes melitus terkait dengan retinopati diabetika terutama di perkotaan D.I. Yogyakarta. Tujuan: Mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik pasien diabetes melitus terkait dengan retinopati diabetika di perkotaan Provinsi D.I. Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan potong-lintang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret - September 2016. Subjek penelitian sebanyak 92 pasien di 11 puskesmas perkotaan D.I. Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel didapatkan dari consecutive sampling pada subsampel penelitian Jogja Eye Diabetic Study in Community (JOGED.COM). Pengambilan data dilakukan dengan wawancara melalui telepon kepada subjek penelitian dengan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan praktik yang sudah tervalidasi. Data dianalisis secara deskriptif dan dipresentasikan dengan tabel univariat dan tabulasi silang. Hasil: Dari 92 subjek penelitian, sebagian besar adalah perempuan, rerata usia 58 tahun (SD kurang lebih 8,79), tidak bekerja, memiliki asuransi, rerata durasi menderita DM 8 tahun (SD kurang lebih 5,62), rutin mengontrol DM, dan hampir setengahnya tidak memiliki komplikasi RD. Penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pasien DM terkait dengan RD dengan klasifikasi sangat baik memiliki persentase sejumlah 10%; baik 53%; buruk 29%; dan sangat buruk 8%. Sikap pasien DM terkait dengan RD memiliki klasifikasi positif sejumlah 77% dan negatif 23%. Pada praktik pasien DM terkait dengan RD memiliki klasifikasi sangat baik sejumlah 35%; baik 41%; buruk 20%; dan sangat buruk 4%. Kesimpulan: Pengetahuan, sikap, dan praktik pasien DM terkait dengan RD berada pada rentang sangat baik - baik, namun perlu ditingkatkan lagi terutama pada subtopik pengetahuan manajemen terapi laser RD dan pemeriksaan mata.
Background: Early detection and management of diabetic retinopathy could help prevent blindness. Ideally, a diabetic retinopathy screening for diabetes mellitus patients is done once a year, but in reality almost a quarter of diabetes mellitus patients aged greater than or equal to 40 years old do not undergo the annual screening and one of the influential factor is sociodemography factor. Thus, it is important to assess knowledge, attitude, and practice of diabetes mellitus patients regarding diabetic retinopathy especially in urban area of D.I. Yogyakarta. Aim: To know the level of knowledge, attitude, and practice of diabetes mellitus patients regarding diabetic retinopathy in urban area of D.I. Yogyakarta Province. Method: This was an observational research with cross-sectional design. The research was carried out in March - September 2016. There were 92 research subjects from 11 community health centers in urban area of D.I. Yogyakarta who were fitted into inclusion and exclusion criteria. Samples were gained from consecutive sampling to subsample of Jogja Eye Diabetic Study in Community (JOGED.COM) research. Data collection was conducted with phone interview to the research subjects using validated knowledge, attitude, and practice questionnaire. Descriptive analysis was conducted and data presented as univariate data and cross tabulation. Result: From 92 research subjects, most of them were women, the average age was 58 years old (SD plus - minus 8,79), unemployed, have insurance, the average duration of diabetes mellitus was 8 years (SD plus - minus 5,62), regularly controlling their diabetes mellitus, and almost half of them do not have diabetic retinopathy complication. Data showed that the knowledge of diabetes mellitus patients regarding diabetic retinopathy were 10% excellent; 53% good; 29% poor; and 8% very poor. The attitude of diabetes mellitus patients regarding diabetic retinopathy were 77% positive and 23% negative. On the other hand, the practice of diabetes mellitus patients regarding diabetic retinopathy were 35% excellent; 41% good; 20% poor; and 4% very poor. Conclusion: Knowledge, attitude, and practice of diabetes mellitus patients regarding diabetic retinopathy are in a span of excellent - good classification, but it is needed to improve especially on the topic of diabetic retinopathy laser management and eye care knowledge.
Kata Kunci : diabetes melitus, retinopati diabetika, pengetahuan, sikap, perilaku