Laporkan Masalah

Studi Mengenai Tindak Kekerasan Antarsiswa SMP Negeri 6 Yogyakarta dan SMP Taman Dewasa Jetis Yogyakarta Tahun 2016

ANITA MAHADEWI, dr. Wikan Basworo, Sp. F ; Dr. IBG Surya Putra Pidada, Sp. F

2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Penelitian ini dilatarbelakangi karena meningkatnya kekerasan antar pelajar yang terjadi di sekolah tiap tahunnya. Jenis kekerasan dapat berupa kekerasan verbal dan nonverbal. Bentuk kekerasan dapat bermacam-macam. Kekerasan dapat menyebabkan trauma fisik maupun psikis bagi korbannya. Tujuan: Untuk mengetahui angka kejadian, bentuk-bentuk, dampak, respon, dan perbedaan antara antara jenis kelamin dengan jenis kekerasan verbal maupun nonverbal antar siswa yang terjadi di SMP Negeri 6 Yogyakarta dan SMP Taman Dewasa Jetis Metode: Penelitian ini dilakukan dengan rancangan penelitian deskriptif analitik observasional secara cross sectional. Subjek penelitian adalah siswa kelas IX SMP Negeri 6 Yogyakarta dan SMP Taman Dewasa Jetis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-September tahun 2016. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berisikan pertanyaan tertutup dan terbuka, dibagikan dan dikumpulkan dalam satu hari. Data dianalisis dalam bentuk proporsi dan analisis bivariabel dengan uji chi-square. Hasil: Angka kejadian kekerasan secara nonverbal lebih banyak daripada kekerasan secara verbal. Bentuk kekerasan nonverbal masing-masing sekolah adalah memukul dan dipukul. Bentuk kekerasan verbal tersering adalah membentak dan memanggil dengan nama kasar sesuai ras dan warna kulit. Dampak kekerasan terbanyak yaitu tertekan dan kebanyakan dari siswa akan membalas jika diperlakukan kekerasan. Terdapat perbedaan bermakna antara jenis kelamin dengan tindakan kekerasan nonverbal di SMP 6 Yogyakarta (p<0,05), dimana laki-laki lebih banyak melakukan kekerasan nonverbal daripada perempuan. Sedangkan kekerasan verbal tidak ada perbedaan (p>0,05). Jenis kelamin dengan jenis kekerasan verbal maupun nonverbal di SMP Taman Dewasa Jetis tidak ada perbedaan (p>0,05). Kesimpulan: Angka kekerasan nonverbal masih mendominasi, yaitu di SMP Negeri 6 Yogyakarta sebesar 48,83% dan SMP Taman Dewasa Jetis sebesar 52,08%. Di SMP Negeri 6 Yogyakarta pelaku laki-laki secara proporsi mendominasi pelaku kekerasan dan bermakna secara statistik.Bentuk dan dampak kekerasan nonverbal terbanyak adalah memukul, dan siswa menjadi tertekan.

Background: The background of this reseach is because of the increasing violence among students in schools year by year. The types of violence are verbal abuse and nonverbal abuse. There are many form of violence. Violence can give impact to physical and psychological trauma for the victim. Objective: To determine the incidence, forms, impact, response, and the difference between the sexes with verbal and nonverbal forms of violence among students that happens in SMP Negeri 6 Yogyakarta and SMP Taman Dewasa Jetis Method: This research type is descriptive and analytical observational study design cross sectional. The subjects were students of class IX SMP Taman Dewasa Jetis and SMP Negeri 6 Yogyakarta. This research was held in August-September 2016. The instrument that used was a questionnaire containing closed and open questions, distributed and collected in one day. The data analyzed in terms of proportion and bivariable analysis with chi-square test. Result: The incidence of violence nonverbally are more than verbal abuse. The most frequent nonverbal violence was hit and beaten. And the most common form of verbal violence were snaping and calling them by name snapped rudely by race and skin color. The most common impact of violence was depressed and most of the students would respond if treated violence. There are significant differences between the gender with nonverbal acts of violence in SMP 6 Yogyakarta (p <0.05), where more men than women commit nonverbal violence. While verbal abuse had no difference (p> 0.05). The difference between gender with verbal and nonverbal forms of violence in the SMP Taman Dewasa Jetis had no difference (p> 0.05). Conclusion: Nonverbal violence were still dominates, where in SMP Negeri 6 Yogyakarta, there were 48.83% and in SMP Taman Dewasa Jetis, there were 52.08% of violance acts .There were significant differences between the gender of violence in SMPN 6 Yogyakarta, where more men than women commit violence. Most frequent type and the effect of violance was hit, and the students became depressed.

Kata Kunci : Kekerasan verbal, kekerasan nonverbal, siswa SMP, jenis kelamin