Pengaruh Pemberian Ketamin Dosis Subanestesi Sebelum Induksi Stres Buatan (Pre-Treatment) Terhadap Perilaku Depresi Pada Tikus Wistar
EL SHITA NUR AMALIA, dr. Irwan Supriyanto, Ph.D
2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Stres merupakan kondisi yang erat hubungannya dengan perubahan pada kondisi psikososial individu dan merupakan respon adaptasi tubuh atas stressor yang diterimanya. Ketika tubuh tidak dapat beradaptasi, maka akan menimbulkan efek yang kurang baik bagi individu untuk menjalankan fungsinya. Efek dari stressor ini akan berpengaruh terhadap individu, baik aktivitas sehari-sehari seperti pekerjaan, beribadah, dan kondisi psikososialnya. Selain itu, manusia akan membuat strategi coping untuk menghadapi stressor agar tidak tejadi kondisi seperti ketegangan, cemas dan depresi. Individu yang mengalami depresi akan mengalami penurunan fungsi fisiologis dalam hidupnya. Ketamin merupakan obat anestesi yang bekerja dengan memblok reseptor NMDA dan juga dilaporkan memiliki efek antidepresan beronset cepat. Tujuan: Untuk membuktikan efek dan manfaat dari ketamin untuk mencegah terjadinya perilaku depresi tikus wistar setelah diinduksi stress buatan dengan isolasi-restrain dan electric shock. Metode: Penelitian ini disusun dengan metode kuasi experimental dengan rancangan penelitian post test only control group design, yang terdiri dari kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok kontrol terdiri dari kelompok yang hanya mendapatkan injeksi sham dan isolasi-restraint. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok yang mendapatkan pre-treatment dengan ketamin (5mg/kgBB) dan perlakuan isolasi restraint. Pasca perlakuan, pemeriksaan perilaku depresi pada subjek tikus dengan metode Force Swimming Test. Hasil: Sebanyak 18 ekor tikus Wistar diuji cobakan dalam penelitian ini. Pemberian ketamin dosis subanestesi pada tikus Wistar jantan untuk menurunkan keparahan depresi sebelum diinduksi stres buatan dalam analisis one-way ANOVA memiliki nilai p > 0,05 sehingga tidak bermakna secara statistik. Kesimpulan: Pemberian ketamin dosis subanestesi pada tikus Wistar jantan tidak terbukti berpengaruh terhadap penurunan keparahan depresi secara signifikan.
Latar Belakang: Stres merupakan kondisi yang erat hubungannya dengan perubahan pada kondisi psikososial individu dan merupakan respon adaptasi tubuh atas stressor yang diterimanya. Ketika tubuh tidak dapat beradaptasi, maka akan menimbulkan efek yang kurang baik bagi individu untuk menjalankan fungsinya. Efek dari stressor ini akan berpengaruh terhadap individu, baik aktivitas sehari-sehari seperti pekerjaan, beribadah, dan kondisi psikososialnya. Selain itu, manusia akan membuat strategi coping untuk menghadapi stressor agar tidak tejadi kondisi seperti ketegangan, cemas dan depresi. Individu yang mengalami depresi akan mengalami penurunan fungsi fisiologis dalam hidupnya. Ketamin merupakan obat anestesi yang bekerja dengan memblok reseptor NMDA dan juga dilaporkan memiliki efek antidepresan beronset cepat. Tujuan: Untuk membuktikan efek dan manfaat dari ketamin untuk mencegah terjadinya perilaku depresi tikus wistar setelah diinduksi stress buatan dengan isolasi-restrain dan electric shock. Metode: Penelitian ini disusun dengan metode kuasi experimental dengan rancangan penelitian post test only control group design, yang terdiri dari kelompok kontrol dan perlakuan. Kelompok kontrol terdiri dari kelompok yang hanya mendapatkan injeksi sham dan isolasi-restraint. Kelompok perlakuan terdiri dari kelompok yang mendapatkan pre-treatment dengan ketamin (5mg/kgBB) dan perlakuan isolasi restraint. Pasca perlakuan, pemeriksaan perilaku depresi pada subjek tikus dengan metode Force Swimming Test. Hasil: Sebanyak 18 ekor tikus Wistar diuji cobakan dalam penelitian ini. Pemberian ketamin dosis subanestesi pada tikus Wistar jantan untuk menurunkan keparahan depresi sebelum diinduksi stres buatan dalam analisis one-way ANOVA memiliki nilai p > 0,05 sehingga tidak bermakna secara statistik. Kesimpulan: Pemberian ketamin dosis subanestesi pada tikus Wistar jantan tidak terbukti berpengaruh terhadap penurunan keparahan depresi secara signifikan.
Kata Kunci : Gejala depresi, pengobatan depresi, ketamin, ketamin dosis subanestesi, onset kerja cepat