IDENTIFIKASI KEBERADAAN GAS BIOGENIK BERDASARKAN ANALISIS DATA GEOLISTRIK DI DAERAH GUMAWANG, PEKALONGAN, JAWA TENGAH
YOHANES DIMAS PRIAMBODHO, Drs. Imam Suyanto, M.Si
2017 | Skripsi | S1 GEOFISIKADaerah sepanjang pesisir utara Pulau Jawa memiliki potensi keberadaan gas biogenik, salah satunya berada pada daerah Pekalongan. Banyaknya rawa-rawa, danau air tawar serta daerah pesisir pantai membuat Pekalongan memiliki potensi energi berupa gas biogenik. Gas biogenik adalah jenis gas yang terbentuk dari hasil dekomposisi bahan-bahan organik oleh mikroorganisme yang bersifat anaerobik pada temperatur rendah. Gas ini terperangkap pada sedimen dangkal yang secara termal belum matang (immature). Metode geofisika yang digunakan pada penelitian ini adalah metode geolistrik dengan konfigurasi dipol-dipol. Batuan yang mengandung gas biogenik umumnya memiliki resistivitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Akuisisi data resistivitas dilakukan pada empat lintasan pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan instrumen Ares. Area pengukuran seluas 500 m2. Data diolah dengan menggunakan perangkat lunak Res2DInv sehingga menghasilkan model 2D resistivitas bawah permukaan. Lapisan yang mengandung gas biogenik memiliki nilai resistivitas berkisar antara 50-500 Ohmm. Kedalaman cap rock bervariasi yaitu berkisar pada kedalaman 17-20 meter. Berdasarkan pada model geologi, diketahui bahwa sebaran gas biogenik memiliki potensi yang lebih besar pada sebelah utara dan timur lokasi penelitian.
The areas along the northern coast of Java have many prospects for biogenic gas generation, one of them lies in Pekalongan. The presence of swamps, freshwater lakes and coastal areas make Pekalongan has energy prospect in the form of biogenic gas. Biogenic gas is a type of gas that formed by the decomposition of organic materials by anaerobic microorganisms at low temperatures. The trapped gas in the shallow sediments are thermally immature. The geophysical method used in this research was geoelectrical method with dipole-dipole configuration. Rocks containing biogenic gas usually have higher resistivity rather than the surrounding areas. Data acquisition was done in four measurement lines by using the Ares instrument. Research area was 500 m2. The data were processed by using the Res2DInv software to generate 2D subsurface resistivity model. Zones containing biogenic gas have resistivity ranging between 50-500 Ohmm. The cap rock depth varies between 17-20 meters below the surface. Based on the geological model, it can be seen that the distribution of biogenic gas has greater potential to the north and eastern parts of the study area.
Kata Kunci : Pekalongan, gas biogenik, geolistrik, resistivitas