PSIKOEDUKASI "IKESMEN" UNTUK MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN MENTAL SISWA PADA GURU SMPN YOGYAKARTA
RUNI RULANGGI, Prof. Dr. Thomas Dicky Hastjartjo
2017 | Tesis | S2 Psikologi ProfesiPeran guru dalam mengenali masalah mental siswa dibutuhkan untuk mengenali masalah mental siswa sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan literasi kesehatan mental pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak "Ikesmen" dalam meningkatkan literasi kesehatan mental pada guru SMPN Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan terhadap guru SMPN Yogyakarta (N=30). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen-kuasi. Adapun desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah untreated control group design with pretest and posttest samples. Pengujian validitas modul mengacu pada kaidah pengembangan modul Rusell. Hasil koefisien V sebesar 0,775-0,8461. Hal ini menunjukkan modul Psikoedukasi Ikesmen memiliki validitas konten yang baik. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Kuisioner Literasi dan Stigma Kesehatan Mental serta tes pengetahuan kesehatan mental. Sampel penelitian ditentukan secara non-random dengan cara purposive sampling. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan anava (analisis varians). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan skor literasi kesehatan mental pada kelompok eksperimen atau pada kelompok kontrol (F = 0,188, p = 0,668 > 0, 01). Hasil ini juga menunjukkan tidak ada peningkatan yang signifikan pada kelompok eksperimen yang diberikan Psikoedukasi Ikesmen dibandingkan dengan kelompok kontrol (F=0, 640, p = 0,431 > 0, 01).Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan Psikoedukasi Ikesmen dalam meningkatkan literasi kesehatan mental pada guru SMPN Yogyakarta. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran lebih lanjut mengenai dampak dari penggunaan teknologi dalam meningkatkan literasi kesehatan mental.
Teachers have a significant role to identifying student's mental health problems. This study aims to determine the impact of "Ikesmen" in improving mental health literacy in SMPN Yogyakarta. This research was conducted on teachers SMPN Yogyakarta (N = 30). The research was done by using quasi-experimental method. The design used in this study is the untreated control group design with pretest and posttest samples. Testing the validity of the module refers to the rules Rusell module development. Results V coefficient of 0.775 to 0.8461.It was proven that the module has good content validity. Data were collected using a questionnaire Literacy and Mental Health Stigma and mental health knowledge test. The research sample is determined in a non-random manner purposive sampling. The data were analyzed quantitatively by Anova (analysis of variance). The results showed that there was no difference in mental health literacy scores in the experimental group or the control group (F = 0.188, p = 0.668> 0, 01). This also showed that there was no significant increase in the experimental group were given psychoeducation Ikesmen compared with the control group (F=0, 640, p = 0,431 > 0, 01). These results indicate that there were no significant effect psychoeducation Ikesmen in improving mental health literacy in SMPN Yogyakarta. Further analysis is needed to find out the impact technology in improving mental health literacy.
Kata Kunci : Kata kunci : Psikoedukasi, Literasi Kesehatan Mental, Guru/ Keywords: Psychoeducation, Mental health literacy, Teachers