Determinan Perilaku Seksual Pranikah Remaja Di Indonesia (Analisis Data SKRRI 2012)
NASALINA WIDIAS TUTI, Dr. Sukamdi, M.Sc.
2017 | Tesis | S2 KependudukanRemaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Perkembangan remaja yang memiliki dorongan seksual dan adanya larangan untuk tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah di masyarakat Indonesia, memicu terjadinya perilaku seksual pranikah remaja di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi latar belakang remaja terhadap perilaku seksual pranikah remaja di Indonesia melalui variabel antara, dan mengetahui faktor yang mempengaruhi hubungan seksual pranikah remaja di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode sampling dengan teknik pengambilan data Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2012 yang menggunakan analisis data secara deskriptif kuantitatif menggunakan uji Chi-Square dan Regresi Logistik Biner. Hasil penelitian menunjukkan secara langsung variabel antara yaitu: pendapat hubungan seksual, nilai keperawanan, dan pengaruh hubungan seksual dari teman mempunyai nilai signifikansi di bawah 0,05 terhadap hubungan seksual pranikah remaja. Remaja yang setuju dengan pendapat hubungan seksual berpeluang 24 kali, remaja yang menilai negatif tentang keperawanan berpeluang 1,2 kali, dan remaja yang mendukung dengan pengaruh hubungan seksual dari teman berpeluang 1,9 kali berisiko untuk melakukan hubungan seksual pranikah remaja. Variabel latar belakang yang mempunyai pengaruh tidak langsung dengan variabel hubungan seksual melalui variabel antara yaitu : kelompok umur dan jenis kelamin berpengaruh secara signifikan dengan pendapat hubungan seksual; jenis kelamin berpengaruh secara signifikan dengan nilai keperawanan; dan kelompok umur, nilai keperawanan dan pendidikan berpengaruh secara signifikan dengan pengaruh hubungan seksual dari teman.
Adolescence is a period of transition from children to adulthood. Development of adolescents who have sexual urges and the prohibition to abstain from sexual relations before marriage in Indonesian society, triggering adolescent premarital sexual behavior in Indonesia. This study aims to determine the relationship of background conditions adolescents about premarital sexual behavior of adolescents in Indonesia through intermediate variable, and determine the factors that influence adolescent premarital sexual relations in Indonesia. This study uses a sampling method with data collection techniques Adolescent Reproductive Health Survey Indonesia (IYARHS) in 2012 that using quantitative descriptive analysis of data using Chi-Square test and Binary Logistic Regression. The results showed directly between the variables, namely: sexual relations opinion, the value of virginity, and sexual intercourse influence of a friend has a significance value below 0.05 on adolescent premarital sexual relations. Adolescents who agree with the chance of sexual intercourse 24 times, teenagers who assess negatively about virginity chance of 1.2 times, and youth that support the influence of sexual intercourse of friends a chance to do 1.9 times the risk of adolescent premarital sexual relations. Background variables that have an indirect effect with variable sexual intercourse through the intermediate variable, namely: age group and sex influence significantly the opinions of sexual intercourse; gender influence significantly the value of virginity; and age groups, the value of virginity and education influence significantly the influence of sexual intercourse of friends.
Kata Kunci : perilaku seks, pranikah, remaja, keperawanan