Laporkan Masalah

TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM PEMBUATAN AKTA OTENTIK YANG MENIMBULKAN TINDAK PIDANA (Studi kasus: Putusan Mahkamah Agung Nomor: 303K/Pid/2010)

EULIS TRI RATNAWATI SH, Kunthoro Basuki, S.H., M.Hum.

2017 | Tesis | S2 Kenotariatan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbanga n Hakim Agung dalam memutus pidana bagi Notaris yang melakukan tindak pidana bersama sama membuat dan menggunakan surat palsu yang dilakukan secara berlanjuta. Penelitian ini merupakan penelitian normatif empiris yaitu penelitian yang didasarkan pada penelitian lapangan guna memperoleh data primer. Untuk menunjang dan melengkapi data yang ada maka dilakukan penelitian kepustakaan guna memperoleh data sekunder. Data primer didapat melalui penelitian lapangan dengan cara wawancara, data sekunder diperoleh dari bahan- bahan hukum primer, sekunder, tersier yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan. guna menunjang dan melengkapi data data yang di peroleh dari penelitian kepustakaan kemudian dilakukan penelitian lapangan untuk memperoleh data primer yang di lakukan dengan wawancara langsung kepada pihak pihak yang terkait dengan kasus ini. Hasil penelitian menunjukkan bahawa : 1) Adanya faktor kesengajaan yang dilakukan oleh Para Terdakwa untuk memaksakan akta-akta yang telah dikeluarkannya yang sudah terbukti ketidak benarannya untuk dipaksakan menjadi alat bukti surat yang dipergunakan untuk di persidangan, membuat perbuatan tersebut telah memenuhi unsur unsur tindak pidana pemalsuan surat (otentik) sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 263 ayat 1, 2 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1, 2 jo Pasal 64 ayat (1) (2) KUHPidana . 2) Notaris bertanggung jawab atas tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh para pihak dan/atau oleh pihak ketiga yang merasa dirugikan oleh akta yang dibuatnya.

This research purposed to find out the basic of the Supreme Court Judge in deciding criminal justice for a notary who did criminal act by making and using fake letter which is commited continuously. The research is normatife empirical research, thats a research based on field research to obtain primary data. The literature rersearch was done to obtain secondary data to complete and supporting the existing data. The primary data were obtained through field research by interview, whereas the secondary data were obtained from primary, secondary and tertiary law materials. To complete the data from literature research then it was conducted field research to get primary data by interview to related parties in this case. The result of the research indicate that: 1) the deliberateness factor which was done by defendants to force upon deed that has been issued and incorrectness proved to be an evidence in the court, it has complied the elements of the crime of forgery letter which has been regulated in the provision of article 263, paragraph 1, 2 jo and article 55 paragraph 1, 2 in conjuntion with article 64 paragraph (1) (2) of Criminal Code. 2) a Notary must be responsible for indemnity claims that is filed by the parties and/or the third party who feel aggrieved by the deed he made.

Kata Kunci : Tanggung Jawab, Notaris, menimbulkan Tindak Pidana /Liability, Notary, Criminal Act

  1. S2-2017-291894-abstract.pdf  
  2. S2-2017-291894-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-291894-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-291894-title.pdf