THE EFFECT OF U.S. FINANCIAL CRISIS ON DIVIDEND PAYOUT POLICY OF INDONESIAN PUBLIC COMPANIES
MUHAMMAD SYIHABUDDIN ALFIKRI, Marwan Asri, Prof., M.B.A., Ph.D.
2017 | Skripsi | S1 MANAJEMENKrisis finansial Amerika Serikat yang terjadi pada tahun 2008 sempat menumbangkan laju pertumbuhan ekonomi global. Dalam keadaan krisis, terdapat banyak perusahaan yang membutuhkan kas untuk mempertahankan operasi bisnisnya; salah satu langkah yang sering dilakukan oleh perushaan untuk menjaga jumlah kas dalam perusahaan adalah melakukan penyesuaian terhadap kebijakan dividen mereka. Namun, apakah perusahaan memanfaatkan kondisi krisis tersebut untuk mengurangi jumlah dividen lebih banyak dari jumlah yang seharusnya mereka bayarkan? Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan menjadikan perusahaan publik Indonesia yang terdaftar pada LQ45, daftar yang diperbarui secara berkala dari 45 perushaan dengan saham yang paling sering diperjual belikan, sebagai sampel. Regresi data panel berimbang (balanced panel data regression) dilaksanakan untuk mengetahui efek dari krisis finansial 2008, diwakili oleh variabel dummy di dalam model, terhadap jumlah dividend untuk setiap saham yang dibayarkan perusahaan pada setiap tahunnya. Periode observasi meliputi tahun 2005 hingga 2011 yang mencakup waktu menjelang, selama dan sesudah terjadinya krisis. Hasil dari resgresi memberikan sebuah bukti yang menunjukkan bahwa krisis finansial Amerika Serikat tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kebijakan pembayaran dividen perusahaan Indonesia. Berlangsungnya krisis finansial tersebut tidak mendorong perusahaan untuk mengurangi dividen lebih dari apa yang dapat dijelaskan oleh kondisi keuangan mereka. Pengurangan pembayaran dividen secara drastis dikhawtirkan dapat membawa efek buruk terhadap harga pasar saham yang secara umum dihindari oleh perusahaan publik.
The U.S. financial crisis which took place in 2008 had brought the global economy into a downturn. Yet, firms require cash to keep business operation going during the difficult time; one of the measures often performed by firms is making adjustment to their dividend policy so that cash can be retained. However, do companies take advantage of the crisis by reducing the amount of dividend more than what is needed? The primary aim of this study is to find the answer to that question by taking Indonesian Public Companies which are listed in LQ45, periodically updated list of 45 companies with the most traded stock, into the sample. A balanced panel data regression is performed to find out the effect of the financial crisis, represented by dummy variable in the model, on the amount of dividend per share annually paid by the companies. The observation period extends from 2005 to 2011, including the time prior to, during and after crisis. The result of the regression provides an evidence showing the insignificancy of the U.S. financial crisis in affecting dividend payout policy of Indonesian companies. The occurrence of financial crisis did not encourage companies to reduce dividend more than what can be explained by their actual financial condition. Drastically reducing dividend might also have a damaging impact to market price of the sample companies� shares which tend to be avoided.
Kata Kunci : Financial Crisis, Dividends, Dividend Policy, LQ45, and Panel Data Model