EVALUASI PENGGUNAAN OBAT SEBELUM DAN SESUDAH ERA JKN DI PUSKESMAS KABUPATEN SLEMAN PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
YUNINGSIH WULAN OEI, Prof.Dr. Achmad Fudholi, DEA, Apt ; Dr. Dwi Endarti, M.Sc., Apt
2017 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiPuskesmas merupakan instansi penyedia layanan kesehatan tingkat pertama untuk pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). JKN ini merupakan jaminan sosial untuk masyarakat Indonesia yang berlaku sejak 1 Januari 2014, hal ini memerlukan pemantauan dan evaluasi mengenai rasionalitas penggunaan obat. Penggunaan obat harus dipantau untuk memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan obat-obatan sesuai kondisinya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi penggunaan obat menggunakan indikator peresepan di puskesmas Kabupaten Sleman Yogyakarta. Penlitian ini termasuk penelitian observasional deskriptif. Analisis Kuantitatif dilakukan dengan menghitung masing-masing indikator dan dibandingkan dengan standar. Terdapat beberapa indikator yang digunakan dalam penelitian penggunaan obat, yaitu WHO (1993), Kepmenkes RI (2013) dan SOP Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman (2015). Data yang digunakan berupa resep pasien rawat jalan tahun 2012-2015 yang diperoleh dari Puskesmas dan wawancara dengan kepala instalasi farmasi. Analisis kualititatif dengan membuat narasi hasil wawancara dengan apoteker puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) penggunaan obat di Puskesmas Kabupaten Sleman telah memenuhi standar dan 2) terdapat perbedaan sebelum dan setelah JKN untuk jumlah item obat per lembar resep, penggunaan antibiotik dan persentase penggunaan antibiotik dan persentase penggunaan obat sesuai Kepmenkes RI dan ForNas, kecuali biaya resep yang menujukkan tidak terdapat perbedaan sebelum dan setelah JKN. Manfaat dari penelitian ini diharapkan menjadi masukan dan bahan pertimbangan kepada puskemas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dalam membuat keputusan terkait pengelolan obat pada tahap penggunaan.
Primary Health care is an institution first rate health care provider for patients of the National Health Insurance (JKN). JKN a social security for the people of Indonesia since January 1, 2014, this will require monitoring and evaluation of the rationality of drug use. The use of drugs should be monitored to ensure that each patient gets appropriate medication condition. The purpose of this study was to evaluate the use of prescription drug use indicators in health centers Sleman, Yogyakarta. This study to include an observational study. Quantitative analysis is performed by calculating each indicator and compared to a standard. There are several indicators used in the study of drug use, the WHO (1993), helath minister office (2013) and SOP Sleman District Health Office (2015). Data used in the form of outpatient prescriptions in 2012-2015 were obtained from health centers and interviews with the head of pharmacy. Qualitative analysis to create a narrative interviews with pharmacists, community health centers. The results showed that 1) the use of drugs in health centers Sleman district has met the standards and 2) there is a difference before and after JKN for the number of drug items per prescription and use of antibiotics except for the cost of prescription that showed there was no difference before and after JKN. The benefits of this research is to be input and consideration to the health centers and Sleman District Health Office in making decisions related to the management of the drug in the use stage.
Kata Kunci : Penggunaan Obat, JKN, Puskesmas