Laporkan Masalah

RELASI RUMAH SAKIT JIWA, KELUARGA DAN LINGKUNGAN SOSIAL DALAM MENCEGAH TERJADINYA KEKAMBUHAN PADA PENDERITA SKIZOFRENIA

A.A.I.N. DYAH PRAMI, Dr. Tri Winarni Soenarti Putri, S.U

2017 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

INTISARI Kekambuhan pada penderita skizofrenia tidak hanya disebabkan karena faktor dari dalam diri si penderita, tetapi dapat dipengaruhi oleh faktor perawatan dan hubungan sosial yang dimiliki penderita skizofrenia. Hubungan-hubungan yang dimiliki oleh penderita skizofrenia dengan rumah sakit jiwa, keluarga dan lingkungan sosial dapat mempengaruhi kekambuhan yang terjadi pada penderita skizofrenia. Maka dari itu relasi antara rumah sakit jiwa keluarga dan lingkungan sosial dalam mencegah terjadinya kekambuhan penderita skizofrenia menjadi menarik untuk dibicarakan. Untuk mengetahui pengaruh relasi tersebut terhadap kekambuhan pada penderita skizofrenia dapat diketahui dengan melihat pada bentuk dan makna relasi dalam mencegah terjadinya kekambuhan pada penderita skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengungkapkan mengenai bentuk dan makna relasi dalam mencegah terjadinya kekambuhan pada penderita skizofrenia. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Susut Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive dan snowball. Pengumpulan data dilakukan melaui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan cara melakukan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji validitas dari data yang diperoleh, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber data. Berdasarkan hasil temuan dilapangan, peneliti menemukan bahwa dukungan dalam mencegah terjadinya kekambuhan pada penderita skizofrenia berupa tindakan home visit, health education, dan after care. Relasi antara rumah sakit jiwa, keluarga dan lingkungan sosial, menghasilkan dua bentuk hubungan, yaitu kerjasama dalam bentuk tindakan home visit, health education dan after care, dan hubungan berupa kontraversi dalam tindakan dropping dan social exclusion. Tindakkan dropping memunculkan makna komersialisasi dalam upaya mencegah terjadinya kekambuhan pada penderita skizofrenia. Sementara itu, tindakan social exlution menandakan adanya stimatisasi yang masih melekat pada masyarakat terhadap penderita skizofrenia. Meskipun disisi lain makna kerjasama muncul dalam tindakan after care, health education dan home visit yang melibatkan peran rumah sakit jiwa, keluarga dan lingkungan sosial penderita skizofrenia.

ABSTRACT The Recurrent of schizophrenia patient is not only caused by internal factor but also by treatment factor and social relation of the patient itself. The relations between patient with Psychiatric Hospital, family and social environment can influence recurrent. Therefore the relation between patient with Psychiatric Hospital, family and social environment in preventing recurrent of schizophrenia patient becomes interest to discuss. To know the effect of it can be seen by the form and the meaning of relation in preventing recurrent of schizophrenia patient. This research used qualitative method by phenomenology approach to reveal the form and the meaning of relation in preventing recurrent of schizophrenia patient. This research was done in Susut District Bangli Residence Bali Province. Data resource of this research was in the form of premier and secondary data. Informant divided by purposive and snowball technique. Data collecting research was done by observation, deep interview, and document study. Data analysis was done by data reduction, data presentation, and conclusion. To test the validity from the data, this research used triangulation technique. Based on the finding in the field, this research finds that support in preventing the recurrent of schizophrenia patient produces two forms of relation that are associative social relation and dissociative social relation. The associative social relation can be seen from cooperation in the form of home visit and after care actions. However, dissociative social relation can be seen from contra-version in dropping and social exclusion action. The associative social relation produces the meaning of cooperation between Psychiatric Hospital, family and social environment. However dissociative social relation in the form of dropping action raises commercial meaning in the effort to prevent recurrent of schizophrenia patient. However social exclusion action indicates society to schizophrenia patient.

Kata Kunci : Kata kunci : Relasi, Kekambuhan dan Skizofrenia

  1. S2-2017-375766-abstract.pdf  
  2. S2-2017-375766-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-375766-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-375766-title.pdf