PERLINDUNGAN SOSIAL TERHADAP KEPEMILIKAN TANAH PADA MASYARAKAT SUKU TENGGER (Studi Kasus di Desa Ngadisari Probolinggo Jawa Timur)
ZAINAL FADRI, Dr. Krisdyatmiko, S.Sos., M.Si
2017 | Tesis | S2 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANTanah merupakan aspek penting dalam kehidupan masyarakat. Kepemilikan tanah menjadi persoalan mendasar sebagai upaya dalam menghadapi tantangan global. Pengelolaan tanah dengan berbagai komoditas menjadi bentuk perlindungan atas tanah yang dimiliki. Tanah menjadi sumber pendapatan sehingga dapat dikatakan sebagai bentuk proteksi atau perlindungan atas kemungkinan terjebak pada ketidakstabilan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk perlindungan sosial terhadap kepemilikan tanah yang terdapat pada masyarakat suku Tengger di desa Ngadisari, Probolinggo Jawa Timur. Kepemilikan tanah merupakan jaminan kehidupan masyarakat untuk jangka yang lebih panjang. Perlindungan sosial yang diberikan terhadap kepemilikan tanah menjadi bentuk jaminan sosial bagi masyarakat pemilik tanah. Masyarakat memiliki kebebasan dan kekuatan ekonomi dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk menggambarkan keadaan kepemilikan tanah pada masyarakat suku Tengger, kemudian dilakukan analisis untuk menentukan bentuk perlindungan sosial yang terdapat dalam penjagaan tanah. Penelitian dilakukan dengan penelusuran berbagai sumber informasi dan aktualisasi peneliti di lapangan. Penggalian data di lapangan bermaksud untuk mengungkap fakta, kemudian dilakukan analisis. Hasil analisis adalah kesimpulan dan diharapkan menjadi jawaban rumusan permasalahan. Hasil penelitian menunjukan bentuk perlindungan sosial terhadap kepemilikan tanah pada masyarakat suku Tengger di desa Ngadisari. Perlindungan sosial dibagi menjadi dua model, yaitu perlindungan yang datang dari masyarakat dan perlindungan yang datang dari pemerintah desa. Perlindungan dari masyarakat merupakan bentuk implikasi dari kearifan lokal yang dimiliki masyarakat. Interaksi sosial yang kuat menciptakan bentuk hubungan yang dinamakan sebagai jaring pengaman lokal atau local safety net. Jaring pengaman sosial dengan berbasis kearifan lokal menciptakan kekuatan dalam penjagaan dan pengelolaan lahan masyarakat, sehingga intervensi dari luar dapat diminimalisir. Perlindungan dari pemerintah desa berupa rekognisi aturan adat menjadi regulasi desa mengenai larangan penjualan tanah ke luar desa Ngadisari. Regulasi dihadirkan sebagai kekuatan legal yang dijadikan sebagai aturan dalam pengelolaan dan penjagaan lahan masyarakat. Perlindungan sosial yang dihadirkan dari dalam masyarakat dan didukung oleh regulasi yang dihadirkan pemerintah desa merupakan kekuatan dalam penjagaan kepemilikan tanah. Kepemilikan tanah masyarakat suku Tengger desa Ngadisari menjadi jaminan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup.
Land is an important in the life of society. Land ownership is a fundamental problem as efforts in facing global challenges. The management of lands with a range of commodities can be a form of protection on land owned. The lands have become a source of income that can be considered as a protection of the instability to the ends meet. The purpose of this research is to deeply analyze the social protection to the land ownerships on the Tengger ethnic group in Ngadisari’s village, Probolinggo East Java. The land ownership is a livelihood security for the future. The social protection which is given to the community of the land ownership can be social security for the community who the land of belonging. The people have a freedom and economic power to bring about the daily activity. This research used the qualitative method. The qualitative method is use to describe the land ownership on the Tengger ethnic group, and then make analysis to the social protection on the lands of guarding. The research is conducted by searching various resources and researcher actualization’s in the field. In the field, extracting data are intends to establish the facts, and then make some analysis about that. The results of the analysis are expected to be the conclusion and answer the problem formulation. The research shows the social protection to land ownership from Tengger ethnic group in Ngadisari, Probolinggo East Java. Social protection can be a part of two models, social protection from the community power and social protection from the government. The social protections from community base are implication from local wisdom on ethnic group. Local wisdom possessed in Tengger ethnic group in Ngadisari is the belief to ancestor of the ban on sale of land, and the social interaction power that awakened in society. Social interaction creates a powerful from the relationship which is named as local safety net. Social safety nets based on local wisdom to create a force in the maintenance and management of public lands, so that outside intervention can be minimized. Protection of village government is the form of recognition of custom rules, into village regulations on the prohibition the sale of land outside. The regulation presented as the legal powers to be used as a rule in the management and maintenance of public lands. Social protection is presented from within the community and supported by the village government regulations presented a strength in ownership secure of the land. Land ownership community in Tengger ethnic group is a guarantee for the community to meet the needs of life.
Kata Kunci : kepemilikan tanah, perlindungan sosial, local safety net, rekognisi.