Laporkan Masalah

RESISTENSI PEREMPUAN MESIR TERHADAP KETIMPANGAN SOSIAL DALAM NOVEL AR-RIHLAH: AYYAMU TALIBAH MISRIYYAH FI AMRIKA KARYA RADWA ASYUR ANALISIS PASCAKOLONIAL

DZULKIFLI M. MOODUTO, Prof. Dr. Syamsul Hadi, S.U., M.A.; Dr. Fadlil Munawwar Manshur, M.S.

2017 | Tesis | S2 Agama dan Lintas Budaya

Penelitian ini membahas tentang resistensi perempuan Mesir terhadap ketimpangan sosial yang terjadi di dua tempat yang berbeda dengan permasalahan yang juga berbeda sebagaimana tergambar dalam novel Ar-Rihlah: Ayyamu Talibah Misriyyah fi Amrika karya Radwa Asyur. Penelitian ini mengungkapkan bentuk-bentuk ketimpangan sosial dan juga memaparkan secara gamblang bentuk-bentuk resistensi dengan menggunakan teori pascakolonial Spivak dan Homi K. Bhabha yang disajikan secara deskriptif dengan mendekonstruksi setiap fakta yang terdapat dalam karya fiksi ar-Rihlah: Ayyamu Talibah Misriyyah fi Amrika. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa resistensi terhadap ketimpangan sosial dalam hal gender dapat dilakukan dengan cara frontal. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan cara mendistorsi pandangan umum terhadap perempuan dalam konstruk sosial masyarakat patriarki dengan menunjukkan kapasitas dan kapabilitas diri. Adapun resistensi terhadap ketimpangan sosial dalam hal rasisme juga dilakukan dengan dua cara: pertama, secara frontal; dan yang kedua dengan cara peniruan atau mimikri terhadap Barat. Bentuk-bentuk peniruan yang ditampilkan dalam novel ar-Rihlah: Ayyamu Talibah Misriyyah fi Amrika yaitu: pertama, mimikri terhadap cara berpakaian; kedua, mimikri terhadap selera makanan; dan ketiga, mimikri terhadap bahasa. Mimikri terhadap Barat yang dilakukan tokoh Radwa selain sebagai bentuk penyetaraan dirinya dengan Barat agar menjadi pantas, juga menjadi bentuk olok-olok (mockery) terhadap Barat karena menjadi tidak pantas. Dengan demikian, upaya mimikri yang dilakukan Radwa menjadi sebuah bentuk resistensi karena peniruan yang dia lakukan tidak dapat menyerupai sepenuhnya karena dirinya berbeda dari Barat.

This study discusses about the resistance of Egyptian women against social inequality that occurred in two different places with different problems, as depicted in the novel Ar-Rihlah Ayyamu Talibah Misriyyah fi Amrika Radwa 'Asyur's work. The study reveals the forms of social inequality and also explains clearly the forms of resistance by using the post-colonial theory of Spivak and Homi K. Bhabha which is presented descriptively by deconstructing every fact in this fiction work of Ar-Rihlah Ayyamu Talibah Misriyyah fi Amrika. The result of this study indicated that the resistance to social inequality in terms of gender could be done by frontal. In addition, it also could be done by distorting the common view of women in the social construct of patriarchal society by demonstrating the self capacity and capability. As for the resistance to social inequality in terms of racism also be done in two ways: the first is frontal; and the second is in a way of imitation or mimicry about the West. The forms of imitation are displayed innovelAr-Rihlah Ayyamu Talibah Misriyyah fi Amrika namely: the first is mimicry about the way of dressing; the second is mimicry to taste the food; and the third is mimicry towards a language. The mimicry toward the West that is done by a leader; Radwa apart as a form of equalization himself with the West to be "objectionable", and also becomes a form of banter (Mockery) against the West for being "inappropriate". Thus, the mimicry efforts undertaken Radwa into a form of resistance because impersonation he did not mimic entirely because she was different from the West. Keywords: Woman, Radwa 'Asyur, Social Inequality, postcolonial, resistance, Homi K. Bhabha

Kata Kunci : Perempuan, Radwa Asyur, Ketimpangan Sosial, Poskolonial, Resistensi, Homi K Bhabha

  1. S2-2017-372447-abstract.pdf  
  2. S2-2017-372447-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-372447-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-372447-title.pdf