PERAN PEMUDA DALAM PENGEMBANGAN EKOWISATA KAWASAN GUA PINDUL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN EKONOMI MASYARAKAT (Studi pada Kelompok Sadar Wisata Desa Wisata Bejiharjo, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta)
DYAH INDRIYANINGSIH , Prof.Dr.Armaidy Armawi, M.Si. ; Dr.Muhammad, ST.MT
2016 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalGua Pindul merupakan salah satu tujuan wisata alam yang berada di Kabupaten Gunungkidul, D.I.Yogyakarta. Dalam Permendagri No.33 Tahun 2009 tentang pedoman ekowisata di daerah pengembangan wisata alam harus sesuai dengan prinsip �¢ï¿½ï¿½ prinsip ekowisata. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis peran pemuda dalam pengembangan Ekowisata Kawasan Gua Pindul, dan menganalisis upaya pemuda dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi pustaka. Untuk mengukur peran pemuda dalam pengembangan ekowisata digunakan prinsip �¢ï¿½ï¿½ prinsip pengembangan ekowisata menurut Permendagri No.33 Tahun 2009. Untuk mengukur ketahanan ekonomi masyarakat dengan membandingkan pendapatan sebelum dan sesudah adanya ekowisata Gua Pindul diukur dengan standar Upah Minimum Kabupaten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemuda dalam pengembangan ekowisata sangat tinggi. Pemuda pada kelompok sadar wisata mampu berperan sebagai divisi marketing, pemandu wisata, pemandu outbond, dan tenaga administrasi. Melalui perannya tersebut, pemuda juga sebagai agen perubahan dimana kegiatan pemuda mampu menggerakkan masyarakat yang awalnya petani menjadi masyarakat pelaku wisata. Pada kelompok sadar wisata, peran pemuda dalam pengembangan ekowisata berdasarkan prinsip �¢ï¿½ï¿½ prinsip ekowisata. Implikasi peran pemuda terhadap ketahanan ekonomi masyarakat lokal ditunjukkan pada Program Sapta Pesona. Berkembangnya ekowisata Gua Pindul memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Pendapatan masyarakat setelah adanya ekowisata meningkat di atas upah minimum kabupaten.
Pindul Cave is one of the natural tourist destination located in the district of Gunung Kidul, D.I.Yogyakarta. In Permendagri No.33 of 2009 on guidelines for the development of ecotourism in the area of nature must be in accordance with the principles of ecotourism. The purpose of the research is to analyzed the role of youth in the development of Pindul Ecotourism, and analyzed the youth efforts in supporting economic community resilience. The method used the qualitative method with descriptive approach with data collection technique using observation, interviews, and literature. To measure the role of youth in the development of ecotourism used the principles of eco-tourism development according to Permendagri No.33 of 2009. For measuring the economic community resilience by comparing earnings before and after their Pindul ecotourism measured by District Minimum Wage standard. The results showed that the role of youth in the development of ecotourism is very high. Youth in the aware group travel able to act as the marketing department, the tour guide, outbound guide, and administrative personnel. Through that role, youth as well as a agent of change where youth activities are initially able to move the people who originally farmers into tourism community actors. In the group of tourism awareness, the role of youth in the development of ecotourism based on the principles of ecotourism. Implications the role of youth to economic local communities resilience is shown in Sapta Pesona Program. The development of Pindul ecotourism provide economic benefits to local communities. Communities income after their ecotourism increases above the district minimum wage.
Kata Kunci : Kata kunci: Peran Pemuda, Ekowisata, Ketahanan Ekonomi Masyarakat