HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KEJADIAN KANKER PAYUDARA DI RSUP DR. SARDJITO D.I YOGYAKARTA
NURATUL AWALIYAH, Prof. Hari Kusnanto, Dr.PH.; Dr. Heru Pradjatmo, Sp.OG (K), M. MKes.
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Kanker payudara masih menempati urutan pertama sebagai penyakit kanker dengan persentase kasus baru tertinggi dan merupakan penyebab kematian tertinggi pada penduduk perempuan. Insidensi kanker payudara di Yogyakarta sebesar 6,17/100.000 dan merupakan penyakit pada wanita dengan tingkat keganasan tertinggi. Salah satu faktor risiko kejadian kanker payudara adalah penggunaan kontrasepsi hormonal. Terkait penggunaan kontrasepsi hormonal ada komponen yang dapat mempengaruhinya yaitu usia awal pemakaian kontrasepsi, lamanya penggunaan kontrasepsi hormonal, penggunaan terakhir kontrasepsi hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan dan berapa besar risiko antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian kanker payudara di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode: Studi case control dilakukan pada bulan Agustus-Oktober 2016. Kasus adalah pasien yang menderita kanker payudara berdasarkan diagnosis dokter, dan control adalah pasien yang tidak menderita kanker payudara. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi Square dan uji logistic regression. Hasil: Sebanyak 125 kasus dan 125 kontrol dilibatkan dalam penelitian ini. Faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker payudara di RSUP Dr. Sardjito Daerah Istimewa Yogyakarta adalah variabel menggunakan kontrasepsi hormonal estrogen kombinasi adjustedOR=1,66 (95% CI=1,21-2,28; p=0,001), lama menggunakan kontrasepsi hormonal >= 5 tahun adjustedOR =2,25 (95%CI=1,044,84; p=0,037), terakhir menggunakan kontrasepsi hormonal >= 5 tahun adjustedOR =2,41 (95%CI=1,15-5,05; p=0,020). Kesimpulan: Menggunakan kontrasepsi hormonal dan terpapar dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker payudara. Wanita diharapkan agar dapat lebih bijaksana dalam memilih kontrasepsi yang efektif dan kurang berpotensi meningkatkan risiko kanker payudara, mengingat banyaknya jumlah kontrasespi alternatif yang tersedia
Background: Breast cancer was highest percentage of new cases and cause of death among females. The incidence of breast cancer in Yogyakarta was at 6.17/ 100,000. It was the hisghet malignant disease in women. One of the risk factors of breast cancer was a using hormonal contraceptive. This study aims to determine of using hormonal contraceptive with breast cancer at the Dr. Sardjito Hospital. Methods: Case control study was conducted in August-October 2016. Cases were patients suffering from breast cancer based on mammography, biopsy test, and the doctors diagnosis, controls were the patient who did not have breast cancer. Sampling by consecutive sampling technique. Data analyzed by using Chi Squaretest and logistic regression. Results:Total of 125 cases and 125 controls were included in this study. Risk factors associated with the incidence of breast cancer at the Hospital Dr. Sardjito Yogyakarta, were variable using estrogen combined hormonal contraceptive adjustedOR= 1,66 (95% CI=1,21-2,28; p=0,001), long-term using of hormonal contraception more than 5 years adjustedOR= 2,25 (95%CI=1,04-4,84; p= 0,037), and then last use of hormonal contraceptive more than 5 years adjustedOR = 2,41 (95% CI= 1,15- 5,05; p= 0,020). Conclusion: using hormonal contraception and long-term exposure could increase the risk of breast cancer. Women are expected to be more careful in choosing a contraceptive that is effective and less potentially increase the risk of breast cancer, given the number of contraceptive.
Kata Kunci : Kanker Payudara, Kontrasepsi Hormonal, Yogyakarta, Breast Cancer, Hormonal Contraception