EVALUASI INVESTASI ALAT MEDIS FLUOROSCOPIC C-ARM DI RSKB DIPONEGORO DUA SATU KLATEN
Endah Prasetyowati, Dr. dr. Andreasta Meliala, DPH., M.Kes., MAS
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang dan Tujuan : Ilmu pengetahuan di bidang kedokteran berkembang dengan pesat yang menyebabkan teknologi kedokteran semakin maju. Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten merupakan rumah sakit khusus kelas C yang bergerak di bidang pelayanan bedah. Salah satu pelayanan unggulan yang rumah sakit yaitu pelayanan bedah urologi dan pada saat ini sedang dikembangkan bedah minimal invasif. Pelayanan ini memerlukan teknologi kedokteran pendukung berupa Fluoroscopic C-Arm. Keputusan pengadaan alat ini dilakukan secara non outsourcing dengan menggunakan dana mandiri rumah sakit. Untuk mengetahui utilisasi dan evaluasi investasi alat medis Fluoroscopic C-Arm di RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten yang telah berjalan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Dilaksanakan di RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten, dengan waktu pelaksanaan penelitian pada bulan Desember 2015-Januari 2016. Evaluasi utilisasi alat medis Fluoroscopic C-Arm adalah menghitung jumlah pemakaian alat medis sesuai dengan umur ekonomi alat. Evaluasi kelayakan investasi alat medis Fluoroscopic C-Arm adalah menghitung nilai investasi yang telah berjalan selama 4 tahun di rumah sakit, dinilai kelayakan investasinya dengan menggunakan Payback Period, dan Net Present Value. Hasil dan pembahasan: Utilisasi alat didapatkan hasil perkiraan pemakaian meningkat setiap tahun. Perhitungan Payback Period didapatkan nilai sisa investasi lebih besar dibanding pendapatan tahun ketiga belas dan nilai Net Present Value (-) Rp. 225.648.429,27, sehingga disimpulkan bahwa proyek tersebut tidak layak dilaksanakan. Kesimpulan dan saran: Hasil penelitian menunjukkan proyeksi peningkatan utilisasi alat sebaiknya didukung dengan strategi pemasaran oleh rumah sakit. Sedangkan dari aspek keuangan, investasi alat medis Fluoroscopic C-Arm secara swadana tidak layak dilakukan. Sehingga perlu dibentuk unit pemasaran dan unit humas untuk meningkatkan utilisasi serta dipertimbangkan investasi secara kerja sama operasional oleh pihak ketiga saat pembaruan alat.
Background: Science in the field of medicine developing rapidly which causes more advanced medical technology. Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten is a Class C hospital engaged in surgical services . One of the leading services appointed by the hospital is Urology Surgical Care and currently developing minimally invasive surgery. This service requires medical technology support, fluoroscopic C-Arm. Investment decision was made as non outsourcing using independent funds from hospital. To determine the utilization and investment evaluation of medical devices, fluoroscopic C - Arm in RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten. Method: This is an observational study, descriptive, with quantitative and qualitative approaches . Implemented in the RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten, with the timing of the study in December 2015 - January 2016. Utilization evaluation of fluoroscopic C - Arm medical devices is to calculate the amount of usage of medical devices according to the economic life of the device. Investment feasibility evaluation of fluoroscopic C - Arm medical devices is to calculate the value of the investment that has been running for 4 years at the hospital, then assessed the feasibility of the investment using the Payback Period and Net Present Value Result and discussion: Medical device utilization projection is growing every year. Payback Period calculation result is the rest of the investment is greater than the fifth year revenue and Net Present Value (-) Rp. 225.648.429,27, so that it can be concluded that the project is not feasible. Conclusion and recommendation: The results show that growing utilization projection should be supported with a marketing strategy by the hospital. From the financial aspects, fluoroscopic C - Arm medical device investment using our own funds is feasible. It is is necessary to increase utilization and considered investment in operational cooperation by a third party when the medical device is going to be replaced.
Kata Kunci : evaluasi investasi, utilisasi, Fluoroscopic C-Arm