Laporkan Masalah

Analisis kemampuan keuangan daerah dalam konteks pelaksanaan otonomi daerah kota Binjai 1990/1991-1999/2000

IRDANILLA, Drs. Abdul Halim, M.B.A., Akt

2001 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini menganalisis tentang kemampuan keuangan Kota Binjai untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Tujuannya adalah untuk merumuskan strategi yang tepat dalam rangka peningkatan kemampuan keuangan daerah Kota Binjai. Untuk kepentingan analisis, digunakan data runtut waktu periode 1990/1991 —1999/2000 yang bersumber dari Kantor Statistik dan Dinas Pendapatan Daerah. Alat analisis yang digunakan adalah analisis SWOT yang terdiri dari matriks SWOT dan diagram SWOT. Beberapa temuan penting dalam penelitian ini menunjukkan bahwa selama periode analisis, PAD mengalami penurunan tajam. Selanjutnya dilihat dari sumbernya, peran pajak dan retribusi daerah sangat menonjol dalam pembentukan nilai PAD. Secara keseluruhan, sumber penerimaan Kota Binjai berasal dari pemerintah pusat yaitu rata-rata 70,63% selama periode analisis. Dalam periode yang sama, derajat otonomi fiskal Kota Binjai rata-rata 14,00% dan IKR sebesar 26,69%. Namun dari segi pertumbuhan, DOF dan IKR mengalami pertumbuhan negatif masing-masing sebesar –1,08% dan –2,86% per tahun. Fakta ini menunjukkan bahwa kemampuan keuangan Kota Binjai masih dalam otonomi keuangan relatif rendah. Selanjutnya hasil perhitungan skor kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman menunjukkan bahwa skor kekuatan dan peluang Iebih besar dari kelemahan dan ancaman, maka berdasarkan matriks dan diagram SWOT, strategi yang dianggap relevan untuk meningkatkan kemampuan keuangan Kota Binjai adalah Strategi S-O(memanfaatkan peluang yang dimiliki untuk meningkatkan kemampuan). Strategi ini menekankan pada pemanfaatan aspek kekuatan dan peluang secara optimal untuk meningkatkan kemampuan keuangan Kota Binjai. Penjabaran lebih ianjut dari strategi ini terdiri dari tiga program utama yaitu memperluas dan memberbesar tax capacity, tax enforcement dan perbaikan sistem pengawasan serta sistem insentif.

This research intended to analyze the financial capacity of the Binjai municipal in relation with the implementation of the local autonomy. The aim of the research is to formulate the relevant strategy in order to generate the financial capacity of the Binjai municipal. These research were used time series data in the periods of 1990/1991 — 1999/2000. The data were obtained from the Statistical Office and the Local Income Department of the Binjai municipal. The tools of analysis were SWOT analysis consists of the SWOT matrix and the SWOT diagram. Several findings of the research show that in the periods of analysis the local government income tend to slowdown significantly. From the sources of the local government income, the local tax and the local retribution has dominant share in the formation of the Binjai local government income. In general context, as long periods of analysis, 70,63 percent of the Binjai municipal revenues came from the central government, In the same periods, the average degree of the fiscal autonomy (DOE) and the administrative capacity index (IKR) were 14 percent and 26,69 percent. However, from growth perspective DOF and IKR show the negative growth by —1,08 percent and —2,86 percent per annum. This fact showed that the financial capacity of the Binjai municipal were low. The results of the score computing of the strength and the weaknesses and the opportunities and the threats show that the strength and the opportunities score execive than the weaknesses and the threats score. Based on the SWOT matrix and diagram, the S-0 Strategy were relevant to generate the financial capacity of the Binjai municipal. The S-0 Strategy stressed on the how to utilizing the strength and the opportunities aspect optimally to generate the financial capacity of the Binjai municipal. The S-0 strategy will be breakdown from the three main program consists of increasing of the tax capacity, implementation of the tax enforcement consistently and improving of the controll system and the incentive system.

Kata Kunci : Keuangan Daerah, Otonomi Daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.