Laporkan Masalah

EFEK PEMBERIAN KRIM EKSTRAK KULIT MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L.) 5%, 10%, 20% DAN 40% PADA PENYEMBUHAN LUKA SECARA IN VIVO PADA KULIT MENCIT

CHOLILAH, dr. Endra Yustin Ellistasari, M.Sc., Sp.KK.; Dr. dr. Sunardi Radiono, Sp.KK(K).

2017 | Tesis-Spesialis | SP ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN

Latar Belakang: Kerusakan jaringan (luka) dapat menyebabkan kerusakan ataugangguan pada fungsi dan struktur anatomi yang normal. Saat ini Penggunaanobat tradisional atau herbal menjadi alternatif pengobatan disamping obat modern.Pengobatan herbal dengan ekstrak kulit buah manggis merupakan salah satu alternatif terapi untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian krim ekstrak kulit manggissecara topikal terhadap penyembuhan luka secara in vivo pada kulit mencit. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre test post test control groupdesign. Dilakukan pembuatan luka pada punggung mencit dengan biopsi plong 6mm. Kontraksi luka diukur pada hari ke 3, 6, 9, dan 11. Ketebalan epitel dan kolagenisasi, diukur secara histologis pada hari 11. Tiga puluh ekor mencit secaraacak dibagi menjadi enam kelompok, dengan jumlah 5 ekor per kelompok. Kelompok I diberi basis krim, kelompok II diberi gentamisin krim, kelompok III diberi krim ekstrak kulit manggis 5%, kelompok IV diberi krim ekstrak kulit manggis 10%, kelompok V diberi krim ekstrak kulit manggis 20% dan kelompok VI diberi krim ekstrak kulit manggis 40%. Hasil: Kelompok krim ekstrak kulit manggis 10%, 20% dan 40% menunjukkan peningkatan intensitas kolagen yang lebih tinggi jika dibandingkan kelompokbasis krim dan gentamisin krim dan berbeda signifikan dengan nilai p< 0,05. Kesimpulan: Pemberian krim ekstrak kulit manggis secara topikal berpengaruhdalam meningkatkan kolagenisasi pada penyembuhan luka secara in vivo pada kulit mencit.

Background: Tissue damage (injury) may cause damage or interference with the function and normal anatomic structures. Currently the use of traditional medicine or herbal as an alternative treatment in addition to modern medicine. Herbal treatments with mangosteen pericarp extract is an alternative therapies to accelerate the wound healing process. Objective: To determine the in vivo wound healing effect of topical application mangosteen pericarp extract cream on mice skin. Methods: This study used a post pre test control group design. Full-thickness wound was made with an 6-mm diameter punch biopsy on each side of the back. Wound contraction were measured on days 3, 6, 9, and 11. The thickness of the epithel and collagenization, measured histologically on day 11. Thirty mice were randomly divided into six groups, with 5 mice per group. Group I treated with base cream, group II treated with gentamicin cream, group III treated with 5% mangosteen pericarp extract cream, group IV treated with 10% mangosteen pericarp extract cream, group V treated with 20% mangosteen pericarp extract cream and group VI treated with 40% mangosteen pericarp extract cream. Results: The 10%, 20% and 40% mangosteen pericarp extract cream groups showed significantly (p<0,05) elevation collagen intensity than base cream and gentamicin cream groups. Conclusion: Topical application of mangosteen pericarp extract cream have an influence increase collagenization on in vivo wound healing in mice skin.

Kata Kunci : epitelisasi, kolagenisasi, kontraksi luka, krim ekstrak kulit manggis, penyembuhan luka, epithelialization, collagenization, wound contraction, mangosteen pericarp extract cream, wound healing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.