Laporkan Masalah

HUBUNGAN UMUR KEHAMILAN TERHADAP KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARANGANYAR TAHUN 2016

YULITA ENDAH M, Heni Puji Wahyuningsih, M.Keb, Nining Wiyati, A.PP., S.Pd., M.Kes

2017 | Tugas Akhir | D4 BIDAN PENDIDIK SV

Asfiksia merupakan suatu keadaan bayi baru lahir yang mengalami kegagalan bernapas secara spontan dan teratur segera atau beberapa saat setelah lahir. Gangguan yang terjadi pada bayi baru lahir dari ibu disebabkan beberapa faktor diantaranya umur kehamilan, umur ibu, dan paritas. Asfiksia terjadi ketika bayi tidak cukup menerima oksigen sebelum, selama, atau setelah kelahiran. Angka kematian bayi baru lahir di Kabupaten Karanganyar pada tahun 2014 adalah sebesar 11,40/1.000 kelahiran hidup, salah satu penyebab utama kematian bayi baru lahir adalah asfiksia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur kehamilan terhadap kejadian asfiksia di RSUD Karanganyar tahun 2016. Metode penelitian menggunakan desain case control retrospektif, telah didapatkan 102 sampel kasus dan 102 sampel kontrol yang diperoleh menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23-28 Januari 2017. Data diperoleh dari rekam medis menggunakan lembar pengumpulan data. Analisis data menggunakan bivariat yaitu uji chi-square untuk mengetahui hubungan umur kehamilan dengan kejadian asfiksia dengan tingkat kepercayaan ���± 0,05 dan interval konfidensi 95%. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan antara umur kehamilan dengan kejadian asfiksia dibuktikan dengan p-value 0,003. Berdasarkan perhitungan rasio oods didapatkan OR 3,421, hal ini berarti bayi baru lahir dengan umur kehamilan <37 minggu dan >42 minggu mempunyai risiko 3 kali lebih besar untuk mengalami asfiksia saat dilahirkan dibanding dengan bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 �¢ï¿½ï¿½ 42 minggu. Kata kunci : asfiksia, umur ibu, umur kehamilan, paritas

Asphyxia is a newborn condition who has failed to breathe spontaneously and immediately or shortly after birth. Disorder that occurs in mother newborns�¢ï¿½ï¿½ due to several factors such as gestational age, maternal age, and parity. Asphyxia occurs when the baby does not receive enough oxygen before, during, or after birth. The mortality rate of newborn babies in Karanganyar in 2014 was 11.40 / 1000 live birth, one of the main causes of newborn mortality is asphyxia. The aim of this study was to determine the relationship between gestational age with the incidence of asphyxia in Karanganyar District Hospital in 2016. The research method used retrospective case control design, has obtained samples of 102 cases and 102 control samples were obtained from a simple random sampling technique. This study was conducted on 23 to 28 January 2017. Data were obtained from medical records using data collection sheets. Data analysis used bivariate namely chi-square test to determine the relationship between gestational age and the asphyxia with a confidence level ���± of 0.05 and 95% confidence intervals. The result showed that there was a relationship between gestational age and asphyxia evidenced by the p-value of 0.003. Based on the calculation of the ratio obtained oods OR 3.421, meaning newborn infants with gestational age <37 weeks and> 42 weeks had a 3 times greater risk of asphyxia at birth compared to infants born at gestational age of 37-42 weeks. Key word : asphyxia, mother age, gestational age, parity

Kata Kunci : asfiksia, umur ibu, umur kehamilan, paritas

  1. D4-2017-332155-abstract.pdf  
  2. D4-2017-332155-bibliography.pdf  
  3. D4-2017-332155-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2017-332155-title.pdf