Laporkan Masalah

TINGKAT PERKEMBANGAN DAN DISPARITAS WILAYAH KABUPATEN ASAHAN PASCA PEMEKARAN

INRIYATNI SRI PG, Dr. Andri Kurniawan, M.Si. ;Dr. Sudrajat, M.P.

2017 | Tesis | S2 Geografi

Desentralisasi dalam wujudnya sebagai otonomi daerah, memberikan sebagian kewenangan pengelolaan urusan publik untuk dilimpahkan pada provinsi dan kabupaten termasuk pemekaran wilayah dalam usaha mempercepat pembangunan dan perkembangan wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat perkembangan wilayah kecamatan, menganalisis faktor yang mempengaruhi perkembangan wilayah kecamatan, mengkaji tingkat disparitas antar wilayah, dan menyusun arahan kebijakan untuk pengembangan wilayah di kabupaten Asahan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Asahan dalam angka, kecamatan dalam angka dan data PODES. Data yang diperoleh pada penelitian ini diolah menggunakan program Microsoft Excel dan SPSS 23. Tingkat perkembangan wilayah di tiap kecamatan dan faktor yang menentukan tingkat perkembangan wilayah dianalisis menggunakan analisis faktor. Analisis indeks entropi theil digunakan untuk mengkaji disparitas antar wilayah di kabupaten Asahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2007 diawal-awal tahun pemekaran terdapat 2 kecamatan dengan tingkat perkembangan wilayah tinggi, 4 kecamatan sedang, dan 7 kecamatan tingkat perkembangan rendah. Sementara pada tahun 2014 terjadi peningkatan dimana terdapat 5 kecamatan dengan tingkat perkembangan wilayah tinggi, 3 kecamatan sedang, dan 5 kecamatan tingkat perkembangan rendah. Faktor yang menentukan tingkat perkembangan wilayah adalah variabel yang nilai componentnya terbesar yaitu jumlah fasilitas kesehatan, jumlah tenaga kesehatan, jumlah fasilitas ekonomi, jumlah perusahaan, jumlah penduduk, jumlah KK, dan jumlah keluarga pengguna listrik. Nilai disparitas tiap wilayah kecamatan di Asahan cenderung meningkat di setiap tahunnya dan di tahun terakhir menunjukkan bahwa kecamatan Bandar Pulau adalah kecamatan dengan tingkat disparitas tertinggi sedangkan kecamatan Tanjung Balai adalah kecamatan dengan tingkat disparitas terendah/merata. Arahan kebijakan untuk pengembangan wilayah di Asahan adalah memperbaiki aksesibilitas (jalan) di suatu wilayah, meningkatkan mutu pendidikan, menambah dan meningkatkan mutu tenaga-tenaga pendidik, dan membangun infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan ekonomi secara merata di setiap kecamatan.

Decentralization in the form as regional autonomy, provide most of the authority delegated management of public affairs for the provinces and regency including regional divisions in an effort to accelerate the construction and development of the region. This study aims to identify the level of development of the districts, to analyze the factors that influence the development of the regency, to assessing the level of disparities between regions, and to develop policy direction for the development of the region in Asahan district. This study uses secondary data obtained from Asahan in Figure, district in figure and PODES data. Data obtained in this research was processed by using Microsoft Excel and SPSS 23. The level of development of the regions in each district and the factors that determine the level of development of the region were analyzed by using factor analysis. The analysis of entropy theil index was used to assessed the disparities between regions in Asahan regency. The results of this research showed that at 2007 in the beginning of the expansion there are two districts with a high level of development of the region, four districts with the median level , and 7 districts was in low level of development. Meanwhile, in 2014 there was an increase where there are five districts with a high level of development of the region, three districts with median level , and 5 districts in low level of development. The factors that determine the level of development of the region is the biggest variable that is the value of its components, namely the number of health facilities, the health workers, the number of economic facilities, the number of companies, number of population, number of households, and the number of family power users. Disparity value of each districts in Asahan tends to increase in every year and in recent years show that Bandar Pulau districts are districts with the highest degree of disparity, meanwhile Tanjung Balai districts are districts with the lowest degree of disparity / uneven. Policy directives for the development of the region in Asahan is to improve accessibility (road) in an area, improve the quality of education, increase and improve the quality of personnel educators, and building the infrastructure of education, health, and economic evenly in each district.

Kata Kunci : Tingkat Perkembangan Wilayah, Disparitas, Pemekaran, Analisis Faktor / The Level of Regional Developments, Disparities, Expansion, Factor Analysis

  1. S2-2017-375666-abstract.pdf  
  2. S2-2017-375666-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-375666-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-375666-title.pdf