SUSTAINABILITY PROGRAM HIV DAN AIDS DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
PERIGRINUS H. SEBONG, dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc, Ph.D.; Dr. dr. Dwi Handono Sulistyo, M.Kes.
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang: Kecenderungan peningkatan prevalensi kasus HIV di Indonesia terjadi pada penduduk usia 25-49. Penderita HIV dan AIDS di Provinsi D.I. Yogyakarta dari tahun 2011 mengalami peningkatan, hingga pada tahun 2015 sebanyak 1249 kasus ditemukan. Melalui RPJMN, pemerintah menetapkan target prevalensi < 0,50% terhadap pengendalian HIV pada tahun 2019. Dalam renstra Kementerian Kesehatan 2015-2019 salah satu strategi yang dilakukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan adalah strategi Continum of Care. Untuk menjamin keberlangsungan program (sustainability) maka perlu dilakukan kajian terhadap kapasitas sustainability program HIV dan AIDS agar dapat memberikan gambaran sejauh mana program dapat sustainable dari waktu ke waktu. Tujuan: Mengetahui bagaimana kapasitas sustainability program HIV dan AIDS di Provinsi D. I. Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini berjumlah 42 orang. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan cara analisis data yang digunakan adalah content analysis. Hasil : Kapasitas dukungan politik, organisasi, perencanaan serta kemitraan bagi keberlanjutan program sudah memadai dengan political will yang kuat serta setting priority dari pemerintah daerah. Namun, di sisi lain kapasitas pendanaan, evaluasi dan adaptasi program serta komunikasi belum cukup memadai untuk menjamin sustainability efektifitas program mengingat keberlanjutan program berarti ada keberlangsungan penerimaan manfaat bagi konstituen oleh program yang ada. Kesimpulan: Domain kapasitas sustainability program belum semuanya mampu menjamin keberlangsungan program. Pemerintah DIY perlu meningkatkan kapasitas pendanaan, komunikasi, adaptasi dan evaluasi melalui terobosan pembiayaan sector swasta, merumuskan perencanaan komunikasi serta meningkatkan kapasitas organisasi dalam merespon perubahan.
Background: Prevalence of HIV cases in Indonesia are likely to increase, especially at the age of 25-49. People with HIV and AIDS in Yogyakarta during 2011 until 2015 has raised. The findings of the case as many as 1249 cases in 2015. Government established prevalence target of HIV < 0,50% to control HIV on 2019, through National MediumTerm Development Plan. One of strategy to achieves target based on strategic planning of Health ministry 2015-2019 is continuum of care strategy. Ensuring sustainability of program so need a study against sustainability capacity of HIV/AIDS Program, so giving an overview that the program can be sustained over time. Objective: Understanding sustainability capacity of HIV/AIDS in Yogyakarta. Method: The study was descriptive by qualitative approach. The study involved participant amounts 42 persons. Participant was selected by purposive sampling technique and analysis data used content analysis. Result: Capacity of political support, organization, planning and partnership to sustainability program have been good by strong political will and setting priority from regional government. In addition, funding capacity, evaluation, program adaptation and communication have not been optimal to ensured the sustainability of program. Sustainability of program means accepting benefit for constituents by program. Conclusion: Domain of sustainability capacity can not be able to ensure sustainability of the program. Government in Yogyakarta needs to increase funding capacity, communication, adaptation and evaluation through strengthening private sector financing, formulating a communication plan and improving capacity respond to change.
Kata Kunci : Sustainability, Kapasitas Sustainability, Program HIV/AIDS, Sustainability, Sustainability capacity, HIV/AID Program