Laporkan Masalah

ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL DAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LEBAH MADU DI RESORT MALIMBU, KPHL RINJANI BARAT, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

NGAKAN AGUS T, Prof. Dr. Ir. Wahyu Andayani, M.S. ; Dr. Ir. Ris Hadi Purwanto, M.Agr.Sc.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kehutanan

Hasil hutan bukan kayu merupakan sumber daya hutan yang memiliki peran penting untuk kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan, terutama pada kawasan hutan lindung. Madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang sudah lama dimanfaatkan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Peningkatan produksi madu nasional perlu dilakukan untuk dapat memenuhi permintaan madu yang tinggi di Indonesia. Salah satu cara peningkatan produksi madu yaitu dengan melakukan budidaya lebah madu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi tentang kelayakan finansial dan menyusun strategi pengembangan usaha budidaya lebah madu di Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Rinjani Barat. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan pertimbangan jumlah kepemilikan stup/koloni lebah terbanyak. Metode penetilian menggunakan metode kombinasi kuantitatif-kualitatif. Analisis finansial dilakukan untuk mengetahui kelayakan usaha budidaya lebah madu dengan menggunakan kriteria investasi NPV, BCR dan IRR. Sedangkan analisis SWOT digunakan untuk menyusun strategi pengembagan usaha budidaya lebah madu di KPHL Rinjani Barat. Usaha budidaya lebah madu jenis Apis cerana di Resort Malimbu layak untuk dilakukan dengan nilai NPV = Rp. 104.229.381 - Rp.1.036.687.824/ 10 tahun; BCR = 2,85 - 5,79; IRR = 40,92% - 42,34%. Usaha budidaya lebah madu jenis Trigona sp di Resort Malimbu juga layak untuk dilakukan dengan nilai NPV = Rp. 45.491.153 - Rp. 92.973.767/ 10 tahun; BCR = 1,21 - 1,34; IRR = 23,52% - 27,91%. Strategi pengembangan yang dirumuskan adalah (1) menghasilkan produk madu yang berkualitas, (2) meningkatkan produktivitas lebah madu, (3) meningkatkan keterampilan sumber daya manusia, (4) melakukan pengembangan usaha dengan bantuan KUR, (5) menjaga atau mengganti tegakan kayu putih untuk sumber pakan lebah madu, (6) meningkatkan variasi produk lebah dan (7) melakukan promosi dan branding produk.

Non-timber forest products (NTFPs) is a forest resource that has an important role for the welfare of the communities around the forests, particularly in protected forest areas. Honey is one of NTFPs that have long been used in West Nusa Tenggara province. Increased national honey production is needed to be able to meet the high demand of honey in Indonesia. One of the way to increase production of honey is by doing beekeeping. This study aims to obtain information about the financial feasibility and develop business development strategies beekeeping in Protected Forest Management Unit (KPHL) West Rinjani. Sample collection has been done by using purposive sampling method with consideration of the number of holdings stup/the most bee colonies. Research analysis has been done by using a combination of quantitative-qualitative method. Financial analysis conducted to determine the feasibility of beekeeping using investment criteria NPV, BCR and IRR. The data were analysis by SWOT analysis to develop strategies for developing a beekeeping business in KPHL Rinjani Barat. The result show that the cultivation of honey bee Apis cerana types in Resort Malimbu feasible with NPV = Rp. 104 229 381 - Rp.1.036.687.824 / 10 years; BCR = 2.85 to 5.79; IRR = 40.92% - 42.34%. Enterprises beekeeping types of Trigona sp in Resort Malimbu also feasible with NPV = Rp. 45,491,153 - Rp. 92,973,767 / 10 years;BCR = 1.21 to 1.34; IRR = 23.52% - 27.91%. Development strategy formulated is (1) produce honey products with high quality, (2) increase the productivity of honey bees, (3) to improve skill, knowledge and quality of human resources, (4) business development using people entrepreunership loan (KUR), (5) maintain or replace cajuput trees to feed the bees, (6) increasing the product diversity and (7) promoting and branding the products.

Kata Kunci : Analisis kelayakan finansial, Apis cerana, Budidaya lebah madu, Hasil Hutan Bukan Kayu, Trigona sp

  1. S2-2017-371723-abstract.pdf  
  2. S2-2017-371723-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-371723-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-371723-title.pdf