Melacak Basis Kekuasan Partai di Tingkat Lokal: "Studi Bertambahnya Jumlah Kursi Partai Demokrat di DPRD Kabupaten Bone Bolango di Tengah Menurunnya Perolehan Kursi Pada Tingkat Nasional Pada Pemilihan Anggota Legislatif 2014"
HENDRA YASIN, Longgina Novadona Bayo, S.IP., M.A.,
2017 | Tesis | S2 Politik dan PemerintahanPartai Demokrat (PD) Bone Bolango dapat dikatakan kontestan politik yang luar biasa dan tersukses secara institusi, di provinsi Gorontalo pada pemilihan legislatif (pileg) 2014. Predikat ini didasarkan sejumlah alasan, diantaranya keberhasilan dalam meraih peningkat kursi secara signifikan di DPRD Bone Bolango pada pemilihan umum anggota legislatif (pileg) 2014, di tengah persoalan melanda partai yang berdampak pada menurunnya jumlah suara baik di tingkat nasional maupun sejumlah daerah di Indonesia. Kondisi pun semakin terpuruk oleh persoalan terhadap sinyalemen hadirnya sentiment anti partai hingga anggota legislatif (aleg) satu-satunya pada periode 2009 sekaligus ketua PD Bone Bolango terjerat korupsi. Persoalan tersebut tentu akan memberi dampak negatif, akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Fenomena ini pun semakin menarik di tengah merebaknya praktek politik uang hampir seluruh daerah pemilihan pada pileg 2014 (baca; Sukmajati, 2015). Meningkatnya kursi PD di DPRD Bone Bolango secara signifikan pada pileg 2014 mengundang banyak tanya dan perlu ada pembuktian secara ilmiah. Bagaimana strategi pemenangan PD dalam meraih kursi signifikan di DPRD Bone Bolango pada pileg 2014? Bagaimana strategi pemenangan Calon Anggota Legeslatif PD dalam meraih kursi signifikan di DPRD Bone Bolango pada pileg 2014 ? merupakan rumusan masalah dalam penelitiaan ini. Penggunaan kata kunci strategi pemenangan dalam rumusan masalah merupakan pintu masuk untuk melihat sejauh mana kelembagaan, terutama strategi pemenangan partai dan kandidat. Rumusan masalah ini bertujuan menguak sejauh mana peran uang dalam strategi pemenangan, guna meraih kursi signifikan pada pileg 2014. Hasil dari temuan penelitian ini menunjukan bahwa partai maupun kandidat tidak menggunakan strategi programatik melainkan non programatik. Adapun Strategi non programatik partai menitiberatkan terhadap cara-cara tanpa uang. Namun menjadi temuan menarik yakni munculnya watak baru dalam strategi pemenangan yang sangat oportunis. Watak baru inilah yang menggerakan berbagai strategi pemenangan terutama ditataran partai. Bahkan watak inipun yang mengkerangkai dua strategi besar yang menjadi pondasi dasar kemenangan PD meraih kursi signifikan pada pileg 2014 di Bone Bolango. Adapun waktu yang digunakan untuk menjalankan strategi yang berwatak oportunis, berada pada tahapan pencalonan. Berbeda halnya dengan caleg, yang lebih mengandalkan kekuatan finansial. Kekuatan uang-lah yang menjadi instrumen menggerakan strategi non programatik kandidat, sehingga dapat meraih kursi signifikan pada pileg 2014. Walaupun pada sisi yang lain strategi berwatak oportunis masih digunakan oleh kandidat. Hasil temuan ini pun menguatkan asumsi bahwa PD bukanlah partai programatik, yang tentunya tidak terlembagakan dengan baik.
Democratic Party (PD) Bone Bolango can be said of the political contestants are remarkable and most successful in Gorontalo province on the legislative elections (pileg) 2014. This predicate based on a number of reasons, including success in achieving significantly enhancing seats in the Regional House of Representatives (DPRD) Bone Bolango in pileg 2014, amid the problems engulfing the party that decrease the amount of noise both at the national as well as a number of regions in Indonesia. The condition was aggravated by disagreements over signaled the presence of anti-party sentiment to legislators only between 2009 and chairman PD Bone Bolango entangled corruption. These issues will certainly have a negative impact, but the opposite happened. This phenomenon is even more attractive amid widespread practice of money politics almost the entire constituency in pileg 2014 (read; Sukmajati, 2015). Increased PD seats in DPRD Bone Bolango significantly in pileg 2014 invite a lot of questions and there needs to be proven scientifically. How is winnings PD strategy to achieve seats significant in DPRD Bone Bolango in pileg 2014? How is winnings candidates strategy legislators of PD to achieve seats significant in DPRD Bone Bolango in pileg 2014? a formulation problem in this research. The use of keywords winnings strategy in the formulation of the problem is the entrance to see the extent of the institutional, especially winnings strategies of parties and candidates. The formulation of this issue aims to uncover the extent of the role of money in winning strategy, in order to achieve a significant seat at pileg 2014. Results of the study's findings indicate that the parties and candidates do not use a programmatic strategy but non-programmatic. As for the non-programmatic party strategy to press against ways without money. But the interesting finding that the emergence of a new character in a winnings strategy that is very opportunistic. This new character is actuate the various victory strategies especially party. In fact, even this character who organize two major strategies that become the basic foundation of victory PD won significant seats pileg 2014 in Bone Bolango. The time used to execute the strategy opportunist character, is at the nomination stage. Unlike candidates, who rely more on financial strength. The power of money had been the actuate instrument of non-programmatic strategy, so as to achieve a significant seat at pileg 2014. While on the other hand, the opportunist character strategy still used by the candidate. These findings also reinforce the assumption that the PD is not a programmatic party, which of course is not institutionalized well.
Kata Kunci : Partai, Kandidat, Programatik, Non Programatik, Oportunis, Uang