KAJIAN PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT URBAN TERHADAP PENGEMBANGAN URBAN FARMING DI KAMPUNG PILAHAN, KELURAHAN REJOWINANGUN, KECAMATAN KOTAGEDE, KOTA YOGYAKARTA
POPPY HARYANI, Dr.Rika Harini, M.P. ; Dr.Andri Kurniawan, S.Si, M.Si.
2017 | Tesis | S2 GeografiAdanya pembangunan dari tahun ke tahun menyebabkan menurunnya luas lahan pertanian. Hal ini bertolak belakang dengan meningkatnya jumlah kebutuhan pangan yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah penduduk. Dalam konteks ini urban farming merupakan salah satu kegiatan yang relevan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengidentifikasi karakteristik sosial ekonomi masyarakat pelaku urban farming, (2) mengkaji persepsi dan partisipasi masyarakat dalam urban farming, (3) mengkaji faktor-faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap persepsi dan partisipasi masyarakat dalam urban farming, dan (4) merumuskan rekomendasi kebijakan pengembangan urban farming Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah rumah tangga dengan menggunakan 185 sampel. Sampel tersebut diambil dengan metode proporsional sampling. Untuk menganalisis data, digunakan analisis chi-square, regresi ordinal, dan crosstab dengan bantuan SPSS untuk mengolah data kuisioner yang dikombinasikan dengan analisis hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik sosial ekonomi masyarakat pelaku urban farming di lokasi penelitian adalah: rata-rata umur masyarakat 48 tahun, tingkat pendidikan tinggi yakni SLTA dan PT, pendapatan berkisar dua juta per bulan, serta jumlah anggota keluarga rata-rata empat orang per KK. Tingkat persepsi masyarakat terhadap urban farming dikategorikan tinggi, yakni 42,16%. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap urban farming yang terbukti telah banyak memberikan dampak positif. Selanjutnya, tingkat partisipasi masyarakat juga dikategorikan tinggi yakni 55,14 %. Hal tersebut disebabkan karena mudahnya masyarakat dalam memperoleh alat dan bahan untuk melakukan urban farming dari pemerintah serta didukung oleh peran kelompok tani yang tergolong aktif. Faktor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan persepsi masyarakat terhadap urban farming adalah pendapatan dan pendidikan. Tingkat pendidikan yang tinggi dari masyarakat menyebabkan masyarakat mudah memahami kegiatan pelatihan dan dapat mengikuti perkembangan teknologi terkait urban farming. Faktor sosial ekonomi yang paling berpengaruh terhadap pembentukan partisipasi masyarakat dalam urban farming adalah umur. Semakin tua usia seseorang, maka waktu luangnya cenderung lebih banyak. Sehingga dapat digunakan untuk berpartisipasi aktif dalam urban farming. Arahan pengembangan yang sesuai adalah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui pendidikan atau pelatihan teknologi untuk meningkatkan produksi urban farming yang berbeda dari teknik yang sudah ada di Kampung Pilahan. Selain itu juga meningkatkan potensi ekonomi lokal dengan cara mengembangkan produk unggulan Kampung Pilahan yakni produk keripik daun. Kata Kunci : Urban Farming, Persepsi, Partisipasi, Karakteristik Sosial Ekonomi
Regarding to the development, the wide of agriculture land is decreasing year by year. It is inversely with the increasing demand of food because of the rise of population number. In this case, urban farming may become the relevant activity. This research conducted to (1) analyze the socio-economic characteristic of urban farmers, (2) analyze the public perception and participation of urban farming, (3) analyze the affecting factors of urban farming, and (4) give guidance to develop the urban farming activity. This research uses survey method with quantitative approach. 185 Sample of household assests are used in this research with a proportional sampling techniques. In order to data analysis, chi-square, ordinal regression, and crosstab using SPSS software is used to evaluate data from questionnaire combined with interview from different respondents. Research finding in social-economy characteristic of urban farmers are : the average age is 48 years old, higher education level (senior high scool and university graduate), revenue is around two million per month, and four people are the average numbers of family members. The level of public perception of the urban farming categorized as high, ie 42.16%. It shows that people have high expectations of urban farming because of the positive impacts. Furthermore, the level of public participation is also categorized as high at 55.14%. Support from goverment and active role of farmer associations become main role in continuity of urban farming. The causative factors of public perception formation are income and education. Higher educational level causes people to easily understand the training and can follow the development of technology related to urban farming. The higher educational level, the easier for anyone to understand technological developments related to urban farming. Socio-economic factors that most influence on the formation of public participation in urban farming is age. Retired people have more spare time than at any other stage of their life. So they tend to spend more of their time in urban farming activity. There are several policy recommendations that can be proposed. The first recommendation is farmers can join technology training to increase the production of urban farming. The second is developing the regional’s potential asset in order to improve social welfare, ie chips leaves product. Key Words: Urban farming, Perception, Participation, Socio-economic characteristic
Kata Kunci : Urban Farming, Persepsi, Partisipasi, Karakteristik Sosial Ekonomi