Laporkan Masalah

PENGARUH PEMBERIAN PYRACLOSTROBIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH KRITING (Capsicum annum L.)

ARIZAL NUR. H, Dr. Ir. Endang Sulistyaningsih, M.Sc. ; Eka Tarwaca Susila Putra, S.P., M.P., Ph.D.

2017 | Tesis | S2 Agronomi

Cabai merah kriting adalah komoditas sayuran di Indonesia sebagai bumbu dapur yang digunakan untuk keperluan rumah tangga dan keperluan industri bumbu masakan serta industri obat-obatan. Dalam budidaya cabai merah kriting sangat dibutuhkan penggunaan fungisida untuk mengatasi serangan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur. Pyraclostrobin adalah salah satu fungisida yang memberi efek untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas pemberian pyraclostrobin terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah kriting. Penelitian dilaksanakan di lahan petani, Dusun Kemiriombo, Dukun, Muntilan. Waktu pelaksanaannya berlangsung pada bulan Desember 2013 sampai Juni 2014. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan faktor tunggal. Perlakuan dalam penelitian berupa konsentrasi pyraclostrobin (PC). P0 0 gram/ha (kontrol), P1 (PC 75 gram/ha /aplikasi 2x), P2 (PC 75 gram/ha /aplikasi 3x), P3 (PC 75 gram/ha /aplikasi 4x), P4 (PC 150 gram/ha /aplikasi 2x), P5 (PC 150 gram/ha /aplikasi 3x), dan P6 (PC 150 gram/ha /aplikasi 4x). Masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Selama penelitian hingga 10 mst menunjukkan tidak ditemukan gejala kejadian penyakit antraknosa, tetapi setelah umur 12 hingga 20 mst perlakuan pyraclostrobin yang diberikan tidak berpengaruh mengurangi gejala penyakit antraknosa. Hasil penelitian pemberian pyraclostrobin terhadap tanaman cabai merah kriting menunjukkan pengaruh meningkatkan parameter berat kering umur 12 minggu setelah tanam, jumlah bunga, dan jumlah buah. Perlakuan pyraclostrobin yang diberikan terhadap cabai merah kriting tidak berpengaruh meningkatkan parameter produktivitas, sehingga konsentrasi dan frekuensi yang dapat di aplikasikan adalah 75 gram/ha dengan 2 kali selama siklus hidup.

Curly red chili is one of vegetable commodities in Indonesia which is used for seasoning of dishes, food industry, and and pharmaceutical industry. Curly red chili cultivation needs fungicide to prevent from fungal disease. Pyraclostrobin is a fungicide that can overcome fungal attack and improve the plant growth. This research was aimed to study the effectiveness of pyraclostrobin on growth of curly red chili plant. This was conducted at farmers field in Kemiriombo Village, Dukun Sub District, Muntilan District, Magelang Regency from December 2013 until June 2014. The experimental design was randomized complete block design with single factor. Pyraclostrobin was applied in various consentration 75 g/ha (2 times of application); 75 g/ha (3 times of application); 75 gr/ha (4 times of application); 150 g/ha (2 times of application); 150 g/ha (3 times of application); 150 g/ha (4 times of application); and control (0 g/ha) with 3 blocks as replications for each treatment. During the research period until 10 weeks after planting it was not found symptoms of anthracnose disease. But after 12 to 20 weeks after planting, the pyraclostrobin applied given did not influence in reducing the symptoms of anthracnose. The results showed pyraclostrobin influenced dry weight of age 12 weeks after planting, number of flower, and number of curly red chili fruit. The pyraclostrobin treatment could not increase the productivity of curly red chili. It can be concluded that the ideal concentration and frequency for curly red chili plants is a concentration of 75 g/ha with a frequency of 2 times during life cycle.

Kata Kunci : Cabai merah kriting, konsentrasi, frekuensi, pyraclostrobin