PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN BAHAYA ROKOK PADA SISWA SMA NEGERI 1 WONOSARI TAHUN 2016
ARUM RARASATI, dr. Wikan Basworo, Sp. F; dr. Hendro Widagdo, Sp. F
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLATAR BELAKANG: Dewasa ini, semakin banyak dan marak siswa usia sekolah yang merokok, baik dengan sepengetahuan orang tua mereka maupun tidak. Sebuah sumber menyatakan bahwa sekitar 37% siswa di Indonesia adalah perokok, padahal hukum yang berlaku di Indonesia menyatakan bahwa rokok dilarang untuk orang yang berusia di bawah 18 tahun. Hal ini membuktikan bahwa peraturan yang berlaku masih terlalu longgar dan pemahaman siswa usia sekolah akan bahaya rokok dan aktivitas merokok itu sendiri masih kurang dipahami. Bahkan, banyak pula yang sudah mengetahui bahaya merokok, namun tetap merokok dan meremehkan bahaya dari rokok itu sendiri. Karena seorang siswa merupakan generasi penerus bangsa, seharusnya dia memiliki pengetahuan yang memadai mengenai bahaya merokok. Bagaimana mungkin mereka dapat menentukan mana yang baik dan mana yang buruk bagi masa depannya jika untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk bagi dirinya sendiri, tidak mereka ketahui. TUJUAN PENELITIAN: untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa SMA 1 Wonosari tentang bahaya rokok dan pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya rokok. METODE: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimental. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan bahaya rokok. Di awal dan di akhir penyuluhan akan dilakukan tes untuk dilihat perbandingan nilai siswa sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) dilakukannya penyuluhan. Hasil: dari total 81 orang responden, diperoleh 60 responden (74,07%) yang mengalami peningkatan nilai setelah diberi penyuluhan, 10 responden (12,35%) mengalami penurunan nilai, dan 11 orang responden (13,58%) tidak mengalami perubahan nilai. Setelah dilakukan uji Wilcoxon, diketahui bahwa penyuluhan memberi makna terhadap terjadinya peningkatan nilai setelah dilakukan penyuluhan. Dari uji kemaknaan diperoleh hasil bahwa kekuatan penyuluhan sebesar 1,525 kali lebih besar dibandingkan yang tidak diberikan penyuluhan. Kesimpulan: metode penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya rokok dengan kekuatan 1,525 kali dibandingkan yang tidak diberikan penyuluhan.
BACKGROUND: nowadays, there are more and more students who smoke, either with their parents' consent or not. It's known that about 37% students in Indonesia are smokers, even there is a law that cigarettes prohibited for people below 18 years old. It proves that the current regulations are still too loose and students' knowledge about the dangers of smoke and smoking are not really understood. Also, there are a lot of people who has known about the danger of smoking, but still smoking and underestimate it. Students are supposed to know an adequate knowledge about the dangers of smoking. How can they determine which one is good or bad for their future if they couldn't determine which one is good for their own body. OBJECTIVES: to determine the level of knowledge the students in SMA Negeri 1 Wonosari about the dangers of smoking and the counseling effect on students' knowledge about the dangers of smoking. METHOD: Quasi experimental is the method of this research. It will be done by giving counseling about the dangers of smoking. At the beginning and at the end of the counseling, the students are asked to answer questions from the questionnaire and it will be compared as the pretest and posttest. RESULT: from 81 respondents, there are 60 people (74,07%) who got an increased score, 10 people (12,35%) got a decreased score, and 11 people (13,58%) got the same score. After calculated using the Wilcoxon method, it tells that the counseling gives effect to increase students' knowledge about the dangers of smoking. From the Odds Ratio calculation, it's known that counseling has the power 1,525 times better than people that are not given counseling. CONCLUSION: counseling method gives effect to increase the students' knowledge about the dangers of smoking with power 1,525 times better than not given counseling.
Kata Kunci : rokok, siswa, penyuluhan