Kemampuan Ekstrak Air Rimpang Lengkuas Putih (Alpinia galanga) dalam Menghambat Pertumbuhan Candida albicans secara In Vitro
MUHAMMAD ADIB RIDHANI, dr.Nurrokhman, M.Si; Dr.dr.Rustamaji, M.Kes.
2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Salah satu jamur yang dapat mengganggu kesehatan pada manusia adalah Candida albicans yang menyebabkan kandidiasis. Jamur tersebut merupakan flora normal pada tubuh manusia, namun dapat berubah menjadi patogen jika muncul faktor predisposisi. Candida sp. merupakan jamur yang paling banyak diisolasi dari spesimen klinik yang dikirim ke laboratorium FK UGM. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan di Divisi Unit Rawat Jalan RSUP.Dr.Sutomo Surabaya, C. albicans menempati urutan tiga teratas diantara spesies yang positif pada pemeriksaan kultur. Salah satu bahan alami untuk mengatasi infeksi yang disebabkan C. albicans adalah lengkuas putih. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh ekstrak air lengkuas putih dalam menghambat pertumbuhan C. albicans yang dilakukan secara in vitro. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Rimpang lengkuas putih diekstraksi dengan menggunakan pelarut aquades lalu dicampur dengan aquades steril untuk mendapatkan konsentrasi 100%, 80%, 60%,40%, dan 30%. Kontrol positif menggunakan ketoconazole dan kontrol negatif menggunakan aquades steril. Larutan ekstrak air lengkuas putih dan kontrol dilakukan uji difusi modifikasi Kirby-Bauer dengan C. albicans di media Sabouraud Dextrose Agar dan diinkubasi selama 2 X 24 jam pada suhu ruang. Selanjutnya hasil inkubasi tersebut diamati zona hambat di sekitar sumuran. Hasil: Zona hambat didapatkan pada ekstrak air lengkuas putih konsentrasi 100%. Kesimpulan: Ekstrak air lengkuas putih mempunyai potensi menghambat pertumbuhan C. albicans pada konsentrasi 100% secara in vitro.
Background: One of fungus that can affect humans health is Candida albicans, that causes candidiasis. C. albicans is normal flora in the human body, but it can turn into a pathogen if there are predisposing factors. Candida sp. is the most isolated fungi from clinical specimens that sent to Microbiology laboratory FK UGM. Based on examination were performed in the outpatient division unit RSUP.Dr.Sutomo Surabaya, C. albicans ranks at top three positive species on culture examination. One of the natural medicine to treat infections caused by C. albicans is Alpinia galanga. Objective: To identify the effect of A. galanga water extracts to inhibit the growth of the C. albicans. Methods: This study using descriptive experimental methods. A. galanga extracted using aquades solvent and then mixed with sterile aquades to obtain concentration of 100%, 80%, 60%, 40% and 30%. Ketoconazole as positive control and sterile aquades as negative control. A. galanga water extract solution and controls tested against C. albicans by modified Kirby-Bauer method on Sabouraud Dextrose Agar media and then incubated for 2 X 24 hours at room temperature. Furthermore, the results of the incubation observed inhibition zone around the wells. Result: Inhibition zone is only found in A. galanga water extract at concentration of 100%. Conclusion: Alpinia galanga water extract potentially inhibit the growth of the C. albicans at 100% concentration.
Kata Kunci : ekstrak air, lengkuas putih, Candida albicans, metode uji difusi modifikasi Kirby-Bauer