Laporkan Masalah

Perencanaan Konservasi Ekosistem Mangrove Wilayah Kepesisiran Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan

BESSE IRMA, Prof. Dr. Sunarto, M.S. ; Prof. Dr.rer.nat. Muh Aris Marfai, M.Sc

2017 | Tesis | S2 Geografi

Lokasi penelitian berada di wilayah kepesisiran Kecamatan Cempa. Tujuan penelitian ini untuk 1) menganalisis kesesuaian lahan jenis mangrove pada jalur konservasi; 2) merumuskan perencanaan konservasi ekosistem mangrove pada jalur konservasi sempadan pantai; 3) menetapkan lahan konservasi pada jalur non-konservasi mangrove; dan 4) merumuskan perencanaan konservasi ekosistem mangrove di wilayah kepesisiran Kecamatan Cempa Kabupaten Pinrang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey-deskriptif, analisis SIG dan Matching. Teknik pengambilan sampel untuk penilaian parameter kesesuaian lahan diambil pada setiap satuan lahan secara sampling purposive dengan pertimbangan bahwa area yang menjadi fokus kajian adalah daerah yang terdampak langsung erosi pantai dan area yang dulu pernah ditanami mangrove mengalami kegagalan, serta pertimbangan pemilihan area sampling berdasarkan area konservasi jalur hijau yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah dalam aturan RTRW dan MRT oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pinrang. Hasil analisis kesesuaian lahan pada area konsevasi termasuk dalam kelas kesesuaian lahan N (tidak sesuai). Luas area konservasi yang dapat disarankan pada jalur sempadan pantai ± 958.436,36 m2. Jenis mangrove yang dapat disarankan pada area konservasi antara lain adalah bakau (R. stylosa), Api-api (Avicennia marina), (golongan mangrove sejati) dan juga ekosistem pesisir yang ditemukan pada lokasi pengamatan, seperti ketapang (Terminalia catappa L), waru laut (Thespesia populnea (L.), pandan (Pandanus tectorius). Sementara pada lahan non-konservasi luas area yang dapat disarankan adalah ± 5.711.917 m2 dengan jenis mangrove yang dapat disarankan adalah Avicennia marina khususnya pada lahan tambak yang sudah rusak dan tidak berproduksi yang lebih dekat ke arah pantai, R. stylosa disarankan pada lahan pertambakan yang terjangkit penyakit namun masih berproduksi dengan metode penanaman yang disarankan adalah teknik silvofishery. Secara keseluruhan luas perencanaan konservasi ekosistem mangrove di wilayah kepesisiran yang dapat disarankan adalah ± 6.670.353,36 m2.

The research location is in the coastal area of Districts Cempa. The objectives of this research are; 1) to analyze the suitability of land in the path of mangrove species conservation; 2) to formulate the conservation of mangrove ecosystems in conservation of shore borders; 3) to establish conservation land on the path of non-conservation of mangroves; and 4) to formulate the conservation of mangrove ecosystems in the coastal area of Districts Cempa. The research method used is survey-descriptive, GIS analysis and matching. The sampling technique for the assessment of parameters of the suitability of land taken on each unit of land by purposive sampling with consideration that the area which is the focus of the study is the area directly by affected coastal erosion and the area that had once planted mangrove failure, as well as consideration of the selection of the sampling area by area conservation paths green set by the Local Government in the rules RTRW and MRT by the Forestry and Plantation Pinrang. The results of land suitability analysis in the area of conservation included in the land suitability classes N (not appropriate). The area of conservation that can be suggested to the of shore borders ± 958,436.36 m2. Mangrove species can be suggested on the conservation area include R. stylosa, Avicennia marina, (class of true mangroves) and is also found in the coastal ecosystem observation sites, such as Terminalia catappa L, Thespesia populnea (L.), Pandanus tectorius. While the non-conservation of land area that can be suggested is ± 5,711,917 m2 with mangrove species that can be suggested is Avicennia marina, especially on fishpond land that has been damaged and non-productive much closer to the shore, R. stylosa advised on land farms infected but the disease is still in production with the recommended planting method is the technique silvofishery. Overall comprehensive conservation planning mangrove ecosystems in the coastal area that can be suggested is ± 6,670,353.36 m2.

Kata Kunci : ekosistem mangrove, konservasi, wilayah kepesisiran/mangrove ecosystem, conservation, coastal area

  1. S2-2017-352717-abstract.pdf  
  2. S2-2017-352717-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-352717-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-352717-title.pdf