Laporkan Masalah

Perbandingan Luaran Pertumbuhan Antara Pasien Hirschsprung Pasca TEPT dan Duhamel di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

NOVANDRIATI NUR R D, dr. Gunadi, Ph.D, Sp.BA; Janatin Hastuti, S.Si, M.Kes, Ph.D

2017 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER

ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit Hirschsprung (HSCR) merupakan kelainan kongenital yang sering ditemukan pada anak. Metode operasi Duhamel merupakan terapi definitif transabdominal yang sering digunakan, sedangkan TEPT merupakan prosedur transanal yang baru muncul tahun 1998. Komplikasi dari terapi definitif dapat mempengaruhi asupan nutrisi dan mengganggu luaran pertumbuhan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek metode operasi TEPT dan Duhamel terhadap pertumbuhan pasien serta melihat metode mana yang memiliki luaran pertumbuhan yang lebih baik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional retrospektif. Sebanyak 47 pasien HSCR dengan 33 pasien TEPT dan 14 pasien Duhamel diikutkan dalam penelitian. Penilaian status gizi dilakukan menggunakan parameter BB/U sesuai rekomendasi WHO lalu luaran pertumbuhan pasien dikategorikan menjadi membaik, tetap, atau memburuk. Data dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon, Mann-Whitney, dan T berpasangan. Hasil: Tidak ada perbedaan status gizi pasien HSCR sebelum dan sesudah operasi TEPT maupun Duhamel (p>0,05). Tidak ada perbedaan antara luaran pertumbuhan di kelompok TEPT dibandingkan dengan Duhamel. Kesimpulan: Baik metode operasi TEPT maupun Duhamel tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan pasien dan tidak ada metode yang memiliki luaran pertumbuhan lebih baik.

ABSTRACT Background: Hirschsprung's (HSCR) disease is a congenital anomaly that is often found in children. Duhamel method is one of the most commonly used transabdominal definitive therapy of HSCR, while TEPT is a newly introduced transanal procedure found in 1998. Complication from definitive therapy could affect nutritional intake that might inhibit child's growth. Aim: This study aimed to understand whether TEPT or Duhamel method could affect child's growth and to see which method has better growth outcome. Method: This was a retrospective cross-sectional study. Forty-seven patients i.e. 33 TEPT patients and 14 Duhamel patients were included in this study. Nutritional status was assessed using WAZ indicators based on WHO recommendation and growth outcome was evaluated by dividing the subjects into 3 categories i.e. improved, unchanged, and worsened. Statistical analysis was done using Wilcoxon test, Mann-Whitney test, and paired-T-test. Results: There was no significant difference between nutritional status before and after both TEPT and Duhamel surgery (p>0,05). There was no significant difference between growth outcome in patients underwent TEPT and Duhamel surgery (p>0,05). Conclusion: Both TEPT and Duhamel methods do not have a significant influence on child's growth and neither has superior outcome than the other.

Kata Kunci : Hirschsprung, Transanal endorectal pull-through / TEPT, Duhamel, luaran pertumbuhan / growth

  1. S1-2017-349330-abstract.pdf  
  2. S1-2017-349330-bibliography.pdf  
  3. S1-2017-349330-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2017-349330-title.pdf