Laporkan Masalah

EVALUASI PENERAPAN FORMULARIUM NASIONAL DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

HESTRI DIAH ROKHMANI, Dr. Dra. Erna Kristin, M.Si.; Dra. L. Endang Budiarti, M.Pharm., Apt.

2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Penerapan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia membuat terjadinya beberapa perubahan regulasi yang terkait dengan manajemen strategis rumah sakit, diantaranya manajemen pengelolaan obat. Perubahan regulasi yang terkait yaitu adanya penerapan formularium nasional (Fornas) sebagai acuan pelaksanaan JKN untuk menjamin tersedianya obat yang bermutu, aman dan berkhasiat. RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta adalah rumah sakit swasta tipe B yang turut serta berpartisipasi menjadi penyedia layanan JKN Tujuan: Untuk mengetahui ketersediaan obat Fornas, mengetahui persentase jumlah obat kadaluarsa, obat mati dan obat kosong di instalasi rawat jalan, mengetahui biaya obat pasien JKN yang ditanggung oleh rumah sakit dan untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapan Fornas di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus eksploratory dengan desain kasus tunggal di unit Instalasi Farmasi RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dokumen dan wawancara mendalam. Hasil: Ketersediaan obat Fornas di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sebesar 46,90% (tahun 2014) dan 61,0% (tahun 2015). Persentase obat kadaluarsa tahun 2014 (0,02% - 0,19%) dan di tahun 2015 (0,09- 0,26 %). Persentase obat mati tahun 2014 (0,18% - 1,21%) dan di tahun 2015 (0,87% - 2,14%). Persentase obat kosong tahun 2014 (0,16% - 0,41%) dan di tahun 2015 (0,41% - 0,57%). Selama periode tahun 2014-2015, biaya obat pasien JKN yang ditanggung oleh rumah sakit sebesar Rp. 16.580.003. Terdapat beberapa kendala dalam penerapan Fornas di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta yaitu sampai saat ini rumah sakit tidak mempunyai akses untuk penyediaan obat-obat Fornas secara online, terdapat obat Fornas yang tidak tayang di e-katalog, peluncuran e-katalog yang terlambat, beberapa obat Fornas kosong di distributor dan juga beberapa obat Fornas yang kosong disubtitusi dengan obat reguler sehingga mempengaruhi biaya paket INA CBGs yang telah ditetapkan dan kelebihan biayanya ditanggung oleh rumah sakit. Kesimpulan: Penerapan Fornas di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta belum sepenuhnya terlaksana. Dengan semakin meningkatnya jumlah pasien JKN, maka penting bagi manajemen rumah sakit untuk melakukan evaluasi dan monitoring mengenai penerapan Fornas dan membuat kebijakan yang terkait untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.

Background : The Implementation of National Health Insurances System in Indonesia made some regulatory changes relating to strategic management of the hospital, including drugs management. The implementation of a National Formularies as a reference to ensure the availability of quality drugs, safe and efficacious. PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta is a private hospital Btypes and also participated as the service provider of National Health Insurance. Objective: To determine the availability of National Formularies drug, the percentage of expired drugs, death stock and stock out drugs in outpatient department, knowing National Health Insurances outpatient drug costs incurred by hospitals and to identify the obstacles encountered in the National Formularies implementation at PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta.. Method: This study used exploratory case study with a single case design in Pharmacy Department of PKU Muhammadiyah Hospital in Yogyakarta. Data collection was performed by document observation and in-depth interview. Result : The availability of National Formularies drug at PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta in 2014 (46,90%) and in 2015 (61,0%). The percentage of expired drugs in 2014 (0,02% - 0,19%) and in 2015 (0,09- 0,26%). The percentage of death stock drugs in 2014 (0,8% - 1,21%) and in 2015 (0,87% - 2,14%). The percentage of stock out drugs in 2014 (0,16% - 0,41%) and in 2015 (0,41% - 0,57%). During the periods of 2014-2015, National Health Insurances patient drug costs incurred by the hospital were Rp. 16.580.003. There are several obstacles in the implementation of National Formularies at PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta that until now the hospital has not have an online access to providing National Formularies drug, not all of the medicines in the National Formularies listed in the e-catalogue as well as delays in the launching of the ecatalogue, some medicine was not available in drugs distributor and also some stock out drugs were substituted with regular drugs which is affecting to the packaged cost of INA CBGs. Conclusion : The National Formularies in PKU Muhammadiyah Hospital of Yogyakarta has not been fully implemented. With the increasing number of National Health Insurances patients, it is important for the hospital management to conduct the evaluation and monitoring of the National Formularies implementation and make relevant policies for improving public confidence to the hospital.

Kata Kunci : Formularium Nasional, Ketersediaan Obat, Universal Health Coverage, Jaminan Kesehatan Nasional, National Formularies, Drugs availability, Universal Health Coverage, National Health Insurances System

  1. S2-2017-353467-abstract.pdf  
  2. S2-2017-353467-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-353467-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-353467-title.pdf