KEBUN RAHASIA KANDIDASI CALON KEPALA DAERAH (STUDI KASUS KANDIDASI PDI PERJUANGAN PADA PEMILIHAN GUBERNUR PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2013)
HARY GUNARSO, Dr.rer.pol. Mada Sukmajati, MPP
2017 | Tesis | S2 Politik dan PemerintahanProses kandidasi menjadi salah satu kajian yang menarik untuk diteliti karena kandidasi bagaikan kebun rahasia dalam partai politik yang tidak banyak masyarakat mengetahui prosesnya. Proses kandidasi menjadi bagian yang penting dalam rekruitmen politik, karena dapat menjadi kunci untuk menentukan kandidat yang berpotensi mewakili kelompok dan sekaligus menunjukan sifat kepartaian. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan keingintahuan yang kuat mengenai bagaimana PDI Perjuangan menentukan calon kandidatnya. Dalam kontestasi pilgub Jawa Tengah tahun 2013, partai berlambang banteng ini lebih memilih Ganjar Pranowo sebagai calon kandidat gubenur. Padahal ada calon kandidat yang dinilai mempunyai kompetensi yang sama, bahkan lebih baik. Studi ini secara khusus mengkaji proses kandidasi yang berada di PDI Perjuangan dalam menentukan kandidat pada pemilihan Gubenur (pilgub) Jawa Tengah tahun 2013. Rumusan masalah dalam kajian ini terbagi menjadi dua, pertama, bagaimana proses kandidasi yang dilakukan oleh PDI Perjuangan untuk menentukan calon kandidat pada Pilgub Jateng tahun 2013. Kedua, menjelaskan motif yang digunakan PDI Perjuangan dalam menentukan calon kandidat. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kandidasi oleh Reuven Y. Hazan dan Gideon Rahat dan teori motif partai oleh Andre Krouwel. Sementara metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Tahap analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, pengorganisasian, dan interpretasi data. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan ditelaah dengan studi literatur yang telah dibuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kandidasi yang dilakukan PDIP masih dinilai tetutup dan kurang demokratis. Meskipun proses kandidasi sudah dilaksanakan sesuai prosedur dalam AD/ART partai. Hal ini disebabkan karena faktor kekuasaan dalam partai memiliki pengaruh besar dalam proses penyeleksian maupun proses menentukan kandidat pilihan. Faktor kekuasaan yang dimaksud berada dalam struktur partai nasional atau Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan. Segala keputusan struktur partai tingkat nasional ini menjadi patokan bagi seluruh elemen partai dari tingkat lokal hingga pusat. Hasil final kandidasi tidak ditentukan secara prosedural atau formal melainkan dengan tambahan praktek kandidasi secara informal. Praktek kandidasi secara informal inilah yang mempunyai pengaruh paling besar dalam proses kandidasi. Proses kandidasi yang dilaksanakan oleh PDI Perjuangan menunjukkan gambaran mengenai motif partai dalam memilih calon kandidat yaitu motif policy seeking. Hal ini terefleksi dari proses pengambilan keputusan untuk menentukan kandidat dan menjalankan kebijakan ke seluruh struktur partai. Secara garis besar proses kandidasi masih dibutuhkan partisipasi secara demokratis. Proses kandidasi secara demokratis akan menghasikan calon pemimpin yang berkualitas. Penerapan Intra Party Democracy (IPD) dalam proses kandidasi akan memberikan rasa sensitif kepada para pemimpin terhadap pembuatan kebijakan
Candidation process is an interesting study to research because candidation like a secret garden in a political party that not many people know how the process. Candidation process becomes an important part in the political recruitment, because it can be the key to determine the potential candidates to represent the group and also shows the nature of the party. This research is motivated by a strong curiosity about how the PDI-P nominate the candidates. Governor election in Central Java in 2013, the party prefer of Ganjar Pranowo as a governor candidate. Though there are candidates assessed as having the same competence, even better. This study specifically examines candidation processes in the PDI-P in determining a candidate at the governor election in Central Java in 2013. The problem question of this study is divided into two, first, how the candidation process conducted by PDI-P to determine candidates of governeor electin in Central Java in 2013. Second, explain the PDI-P motive that used in determining candidates. The theory that used in this research is the the candidation theory by Reuven Y. Hazan and Gideon Rahat and party motive theory by Andre Krouwel. This study used qualitative research method with case study as type of research. Stages of data analysis is data reduction, organizing, and interpretation of data. Methods of data collection is by interview, documentation and substantiated by the literature that has been made. The results of this study showed that the candidation process carried by PDIP still considered closed and less democratic Although the process has been carried out according to the candidation procedure in AD/ART party. This is because the power factor in the party had a great influence in the selection process and the process to choice a candidate. Power factor is meant to be in the national party structure or the Dewan Pimpinan Pusat (DPP) of PDIP. All decisions of national level party structures have become the benchmark for all elements of the party from the local level up to the center. Final results of candidation process unspecified procedural or formal, but with an extra practice of informally candidation. Informal candidation practice has the most influence in the candidation process. Candidation process carried out by the PDI-P showed a picture of the motive of the party in selecting candidates as policy seeking motive. This was reflected in the decision-making process to determine the candidate and implement policies to the rest of the party structure. Broadly speaking, candidation process required democratic participation. Candidation process that held democratically will result a quality future leader. The application of Intra-Party Democracy (IPD) of candidation process will provide a sense of sensitivity of leaders to make policy.
Kata Kunci : Key words : candidation, political recruitment, candidat recriutment, candidation motive.