Laporkan Masalah

PERUBAHAN SOSIAL EKONOMI DAN KELEMBAGAAN KELOMPOK PEMBUDIDAYA IKAN MINO NGREMBOKO DESA SINDUMARTANI KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN

EGI NURTALSYAIN, Ir. Hery Saksono,M.A

2017 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBER DAYA PERIKANAN

Kelompok pembudidaya ikan Mino Ngremboko berdiri cukup lama yaitu tahun 1987. Berbagai masalah telah menimpa kelompok ini minimal empat isu bencana erupsi Merapi, adanya tambang pasir batu urug, peternakan puyuh, dan penetapan kawasan minapolitan. Bantuan juga diperoleh kelompok ini seperti pakan, indukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran Pokdakan Mino Ngremboko dan perubahan sosial ekonomi Pokdakan Mino Ngremboko. Lokasi penelitian yakni Desa Sindumartani Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Penelitian menggunakan metode survei dengan mengambil sampel sebanyak 30 responden dan hasilnya dibandingkan dengan penelitian Herlambang (2002). Data primer diperoleh dari wawancara dan observasi lapangan. Data sekunder berasal dari penelitian Herlambang (2002), Badan Pusat Statistik, Dinas Kelautan dan Perikanan Sleman, dan Kantor Desa Sindumartani. Hasil penelitian menunjukan pokdakan Mino Ngremboko berdiri tahun 1987 dengan bidang usaha utama pembenihan ikan, yakni ikan lele dan nila. Perubahan sosial ekonomi yang terjadi yaitu pendapatan anggota kelompok pembudidaya ikan Mino Ngremboko mengalami kenaikan tahun 2002 sebesar Rp 997.612,00 (dinilaikan masa depan Rp 2.653.647,00) per bulan dan pada tahun 2016 mencapai Rp 3.648.653 per bulannya. Luas lahan rata-rata anggota kelompok Mino Ngremboko mengalami peningkatan menjadi 2907,47 meter kubik. Interaksi antar anggota mengalami perubahan. Perubahan terjadi tahun 2002 untuk rapat pengurus dilakukan setiap satu kali sebulan. Sedangkan tahun 2016 dilakukan setiap seminggu sekali. Pranata sosial anggota terhadap anggota dan masyarakat tinggi, apabila ada masyarakat atau anggota yang terkena musibah saling memberikan bantuan yang berasal dari dana taktis/sosial. Kelembagaan kolompok diatur dalam AD-ART. Kata kunci: perubahan sosial ekonomi, pembudidaya ikan, Mino Ngremboko, Desa Sindumartani.

The group of Mino Ngremboko fish farmers was formed in 1987 and still stand strong until now. Various problems have happened such as Merapi eruption, sand quarry stone hilling, quail farms, and minapolitan region determination. The group will also be given assistance such as feeding and broodstock. This study aims to determine the picture of Mino Ngremboko fish farmers and Mino Ngremboko socio-economic changes. The research location was in Sindumartani Village, Ngemplak Subdistrict, Sleman. The study used survey method by taking a sample of 30 respondents and the results were compared with Herlambang research (2002). The primary data obtained from interviews and field observations. Secondary data came from a Herlambang study (2002), the Central Bureau of Statistics, Sleman Department of Marine and Fisheries, and Sindumartani Village Office. The results showed that Mino Ngremboko fish farmers was formed in 1987 with the main business area is fish hatchery, such as catfish and tilapia. The socio-economic changes was the revenue of the group of Mino Ngremboko fish farmers increased in 2002, from Rp 997,612.00 (Future Value Rp 2.653.647,00) per month and in 2016 reached Rp 3,648,653 per month. The average land area of the members has increased to be 2907.47 meter kubik each member from 2087 meter kubik in 2002. The members interaction has changed since 2002. The change was the meeting of the board will be held once a month. Meanwhile, in 2006 the meeting will be held once a week. The social care of the members is high to each member and the society. There is social fund that will be used when the member or the society need it. The group regulation was regulated in AD-ART. Keywords: socio-economic changes, fish farmers, Mino Ngremboko, Sindumartani Village.

Kata Kunci : socio-economic changes, fish farmers, Mino Ngremboko, Sindumartani Village.