Laporkan Masalah

SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PIUTANG REKENING LISTRIK (PRL) DI PT PLN (PERSERO) RAYON CILACAP

TIWI NUZLIA DAMAYANTI, Revrisong Baswir, Dr., M.B.A.,Ak.,CA

2017 | Skripsi | S1 AKUNTANSI

PLN merupakan satu ������¢���¯���¿���½���¯���¿���½ satunya perusahaan penyedia listrik di Indonesia. Setiap masyarakat yang menggunakan listrik dilayani PLN dengan dua sistem pembayaran, yaitu sistem pra bayar / pembayaran di awal pemakaian (listrik pintar) dan sistem paska bayar / pembayaran di akhir pemakaian (konvensional). Per januari 2016, pemakai jasa listrik dengan sistem paska bayar masih lebih mendominasi dengan lebih 69% pemakai. Dari sistem pembayaran di akhir ini menimbulkan piutang yang cukup besar pula. PLN dalam hal pengelolaan dan pelayanan di bantu oleh pihak ketiga. PLN yang merupakan sebuah badan BUMN memiliki pedoman yang cukup mumpuni untuk menjalankan kegiatan operasionalnya dengan baik. Namun kenyataan dilapangan tidak selalu sejalan. Beberapa masalah berkaitan dengan sistem pembayaran, penagihan dan sumber daya manusia masih menjadi kendala dan kelemahan untuk kegiatan operasional yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengendalian internal atas penagihan piutang rekening listrik di PT PLN (Persero) Rayon Cilacap. Penelitian ini dilakukan karena masih ditemukan beberapa kendala selama proses penagihan piutang rekening listrik. Penulis mengevaluasi sistem pengendalian internal penagihan berdasarkan komponen pengendalian internal: lingkungan pengendalian, penilaian resiko, aktifitas pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis kualitatif dengan melakukan wawancara dan observasi langsung. Penulis melakukan penelitian dengan membandingkan antara sistem pengendalian internal sesuai dengan peraturan yang berlaku dengan sistem penagihan piutang rekening listrik yang sekarang dilakukan oleh PT PLN (Persero) Rayon Cilacap. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kelima komponen sistem pengendalian internal sudah diterapkan dengan baik namun masih ada beberapa kekurangan sehingga masih perlu dilakukan perbaikan untuk mengatasi hal tersebut. Penulis memberikan saran untuk mengatasi kekurangan tersebut guna meningkatkan mutu pelayanan di PT PLN (Persero) Rayon Cilacap.

PLN is the only one electricity provider in Indonesia. Any society that uses electricity served by PLN with two payment system, i.e. the pre-paid system/payment at the beginning of usage (Listrik Pintar) and the post-paid system/payment at the end of the usage (conventional). As of January 2016, an electrical system with post-paid system������¢���¯���¿���½���¯���¿���½s consumers still dominating with 69% more consumers. From this post-paid system, it raises big debts enough. PLN in case of management and service help by third parties. PLN is an state-owned enterprise that has enough qualified guidelines for operational activities are run properly. But the reality of the situation is not always in alignment. Some problems related to billing and payment systems, human resources is still a constraint and a weakness for optimal operational activities. This research aims to evaluate the system of internal control over the electricity account receivable billing of PT PLN (Persero) Rayon Cilacap. The research was done because still found some of the obstacles during the process of receivable collection of electricity bills. Authors evaluate internal control systems billing based on the components of internal control: control environment, risk assessment, control activities, information and communication and monitoring. The analytical method used is qualitative analysis method with conduct interviews and direct observation. The author conducted the study by comparing the internal control system in accordance with the regulations applicable to current electrical accounts receivable collecting system conducted by PT PLN (Persero) Rayon Cilacap. The conclusions of this research are the five components of internal control systems already applied properly but there is still some drawbacks so it still needs to be done to solve it. The author gives suggestions for overcoming these deficiencies in order to improve the service quality of PT PLN (Persero) Rayon Cilacap.

Kata Kunci : sistem pengendalian internal, piutang rekening listrik, listrik paska bayar, PLN