Perbandingan Pengaruh Aloe vera, Madu, Saliva dan Putih Telur Terhadap Ekspresi Interleukin 1beta Pada Luka Pasca Insisi Kulit Tikus
SAKTIAJI HENDRO ISWOYO, DR. dr. Ishandono Dachlan.,M.Sc.,Sp.B.,Sp.BP-RE(K); Dra. Dewajani Purnomosari., M.Si., Ph.D
2016 | Tesis-Spesialis | SP ILMU BEDAHLatar Belakang : : Penyembuhan luka yang normal merupakan proses yang kompleks dan dinamis, namun mempunyai suatu pola yang dapat diprediksi. Aloe vera atau lidah buaya merupakan bahan alami yang mempunyai berbagai manfaat, salah satu di antaranya adalah berpengaruh pada penyembuhan luka. Madu meningkatkan waktu penyembuhan luka. Histatin dalam saliva adalah faktor utama penutupan luka. Putih telur mempunyai banyak protein yang bermanfaat pada penyembuhan luka. Interleukin 1 (IL-1beta) terdapat dalam jumlah besar pada bagian dermis kulit yang intak dan dilepaskan setelah terjadi perlukaan Interleukin 1 terlibat dalam berbagai proses yang berhubungan dengan inflamasi dan aktivasi perbaikan jaringan. Tujuan : Membandingkan pengaruh pemberian Aloe vera, madu, saliva manusia, dan putih telur terhadap pembentukan IL- 1beta pada penyembuhan luka. Metode : Dua puluh lima ekor tikus putih dibagi lima kelompok. Empat kelompok diberikan bahan uji Aloe vera, madu, saliva, putih telur, dan kelompok kontrol diberikan NaCl. Dibuat luka insisi, luka dijahit, dilakukan pengolesan bahan uji. Pada hari ke empat dilakukan dekapitasi, kulit bekas insisi diambil dan kemudian dilakukan pemeriksaan secara histologi, diukur interleukin1beta dengan tool penghitung program image raster. Data dianalisis dengan analysis of variant (ANOVA), Kruskal Wallis dan uji post hoc. Hasil : Ekspresi IL-1beta, rerata Aloe vera 1,30±0.77, Madu 1,08±0,95, Saliva 0,17±0,10, Putih telur 0,64±0,57, NaCl 0,68 ± 0,51, didapatkan perbedaan bermakna terhadap ekspresi IL- 1beta dengan p-value 0.000 < 0,05. Terdapat perbedaan ekspresi 1beta yang bermakna antara kelompok perlakuan aloe vera, madu dan saliva, putih dengan perlakuan lain dengan p-value 0,000 ( < 0,05). Simpulan : Pemberian aloe vera dan madu secara topikal meningkatkan ekspresi Interleukin 1beta pada penyembuhan luka pasca insisi kulit tikus lebih tinggi secara bermakna dibandingkan NaCl fisiologis
Background Healing process is a normal physiological activity that is complex and dynamic, but it has a pattern which may predicted. Aloe vera is natural substance that has many function, one of it is for healing process. Honey also has function to accelerate the wound healing. Histatin in the saliva is the main factor in healing process. Egg white has many protein that help the wound healing. Interleukin 1beta in large amount found in dermis layer of the skin and when there is a wound it would be released in accordance with the inflammation and tissue repair. Objective: To compare the effect of Aloe vera, honey, human saliva and egg whites application on wound of the skin of rat with the expression of interleukin 1beta. Methods: 25 rats were divided into five groups. Four groups were given Aloe vera, honey, saliva, egg whites, and the control group was given NaCl. The incision was made, then the wound were stitched. Treatments were smeared on top of the wound. On the fourth day, the rats were decapitated, skin incision scars were taken and then examined histologically, measured interleukin-6 with a tool has calculating program image raster. Data were analyzed by using analysis of variants (ANOVA), Kruskal Wallis and post hoc test. Results: Percentage of area stained with IL-1beta, averages Aloevera 1,30±0.77, honey 1,08± 0,95. Saliva 0,17±0,10, egg white is 0,64±0,57, NaCl 0,68±0,51, there is significant difference between the area stained with IL-1beta, with a p-value of 0.000 (< 0.05). Conclusion: Aloe vera and Honey cause the expression of IL-1beta to be higher in wound healing compared to Nacl, therefore accelerate wound healing. It is significant as compare to Nacl
Kata Kunci : : Madu, Aloe vera, putih telur, saliva, penyembuhan luka, Interleukin 1beta