EVALUASI KUALITAS PRODUK WISATA KOTA LAMA SEMARANG SEBAGAI DESTINASI URBAN HERITAGE
SULISTYO BUDIWIBOWO, Ir. Ikaputra, M.Eng, Ph.D ; Dyah Titisari Widyastuti, ST, MUDD
2017 | Tesis | S2 MAGISTER ARSITEKTUR PARIWISATAPemerintah melalui Kemenparekraf sedang giat mengembangkan kota tujuan wisata heritage. Kawasan Kota Lama Semarang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi urban heritage. Kawasan Kota Lama Semarang, yang memiliki morfologi kawasan urban heritage yang cukup lengkap, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1)Mengetahui kualitas produk di kawasan Kota Lama Semarang sebagai destinasi urban heritage; (2)Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan penting dalam mendukung peningkatan kualitas produk di kawasan Kota Lama sebagai destinasi urban heriitage; (3)Memberikan arahan kebijakan terhadap perencanaan dan pengembangan kawasan Kota Lama sebagai destinasi urban heritage. Kota Lama Semarang sebagai salah satu destinasi urban heritage saat ini kondisinya memprihatinkan padahal Kota Lama Semarang mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi destinasi urban heritage. Maka perlu adanya penggalian faktor-faktor apa saja yang dapat meningkatkan kualitas produk wisata kawasan Kota Lama Semarang sebagai destinasi urban heritage sehingga nantinya akan didapatkan rekomendasi yang tepat, guna mengembangkan kawasan Kota Lama sebagai destinasi urban heritage yang kompetitif. Penelitian ini adalah perpaduan antara penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian ini termasuk dalam model evaluasi formatif dimana evaluasi dilakukan ketika suatu program sedang dikembangkan dengan tujuan untuk melakukan perbaikan. Evaluasi formatif dilakukan untuk memberikan informasi evaluatif yang bermanfaat untuk memperbaiki suatu program. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan bahwa produk wisata utama, aksesbilitas, dan fasilitas pendukung di Kota Lama Semarang masih kurang baik. Rute wisata merupakan faktor yang paling penting untuk ditingkatkan kualitasnya, diikuti oleh penambahan beberapa fasilitas penunjang, aksesbilitas dan upaya konservasi bangunan.
Government through Kemenparekraf is actively developing heritage tourism destination. Semarang Old City area has great potential to be developed into urban heritage destinations. Semarang Old City area, which has a heritage urban area morphology is quite complete, current conditions are very poor. This research aims is to: (1) Knowing the quality of the product in the Old Town area of Semarang as the destination urban heritage; (2) Identify the factors that play an important role in supporting the improvement of product quality in the Old Town area as an urban destination heriitage; (3) Provide policy direction for the planning and development of the Old Town area as a destination for urban heritage. Semarang Old City as one of the urban heritage destinations at this time when the poor condition besides of the Old City of Semarang has a huge potential to be developed into urban heritage destinations. Because of that is need to extracting the factors that can improve the quality of tourism products the Old Town area of Semarang as the destination urban heritage so that later we will get the right recommendations, in order to develop the Old Town area as a destination for competitive urban heritage. This research is a combination of qualitative and quantitative research studies. This research was included in the model of formative evaluation where evaluation is done when a program is being developed with the aim to make improvements. Formative evaluation is done to provide evaluative information useful for improving a program. Based on the research results, it could be concluded that the main tourism products, accessibility, and support facilities in the Old City of Semarang is still not good. Tourist route is the most important factor to increase the quality, followed by the addition of several supporting facilities, accessibility and building conservation.
Kata Kunci : Evaluasi, Produk Wisata, Urban Heritage