Laporkan Masalah

PENYUSUNAN MODEL ALAMAT DAN FRAMEWORK GEOCODING UNTUK DAERAH PERDESAAN DI INDONESIA

ZHAFIRAH SYARAFINA, Dr. Heri Sutanta; Dr. Trias Aditya K M

2017 | Tesis | S2 Teknik Geomatika

Alamat merupakan informasi penting untuk menunjukkan suatu lokasi. Sayangnya, penulisan alamat di Indonesia belum memiliki standar. Kondisi ini dapat menyebabkan penulisan alamat yang berbeda untuk satu lokasi rumah yang sama. Layanan geocoding yang dapat memudahkan pencarian alamat juga belum dikenal secara umum oleh masyarakat. Proses geocoding di wilayah perdesaan juga tidak mudah karena penulisan alamat di daerah ini memiliki komponen unik seperti Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW). Proses geocoding ini memerlukan address locator untuk merubah data alamat menjadi data koordinat. Model address locator yang ada belum dapat mengakomodir penulisan alamat di Indonesia khususnya alamat untuk daerah perdesaan. Penelitian ini memberikan usulan aturan model alamat dan address locator untuk daerah perdesaan di Indonesia. Usulan aturan model alamat disusun berdasarkan hasil survei aturan terkait alamat yang sudah ada dan kondisi alamat di lapangan. Address locator usulan dibuat menyesuaikan usulan aturan penulisan alamat. Address locator ini diaplikasikan pada 120 data alamat di Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Geocoding dilakukan pada satu dusun yang terdiri atas empat RT dan dua RW. Data referensi yang digunakan untuk melakukan proses geocoding adalah data bangunan dari hasil digitasi citra worldview tahun 2012 dan data alamat dari pemerintah desa setempat. Model alamat yang diusulkan ditulis dalam bentuk komponen alamat. Komponen alamat ini menggunakan tingkatan wilayah administratif. Alamat pada daerah perdesaan ditulis dengan urutan sebagai berikut: nama dusun, nomor RT, nomor RW, nomor rumah, nama desa, nama kecamatan, nama kabupaten dan kodepos. Address locator usulan dapat digunakan untuk mencari alamat yang menggunakan RT dan RW. Hasil geocoding menggunakan address locator usulan menujukkan tingkat kecocokan 100% untuk alamat yang memiliki nomor rumah. Hasil geocoding menjadi tidak cocok 100% ketika nomor rumah dihilangkan.

Address is a collection of important information to indicate a location The label format for addresses in Indonesia requires good attention because it has not been nationally standardized. This condition may lead to the writing of a different addresses label for the same object. Geocoding service that can accommodate the searching process of an address is also not known by the general public. The geocoding process in rural areas is not easy because the address format label in this area has unique components such as Rukun Tetangga (RT) and Rukun Warga (RW). The geocoding process requires the address locator to change the address data into coordinate data. Address locator model which has been used in Indonesia couldn’t accommodate the address writing in rural areas. This study provides a proposal of rules for the address format labels and the address locator for rural areas in Indonesia. The rules of the address model proposed is based on survey results which related to the existing rules of address models and address conditions. Address locator proposal was made based on the proposed rules of address writing. Address locator is applied to 120 addresses data in Karangsari village. Geocoding was done in a hamlet consisting of four RT and two RW. The address format label proposed was written in the form of address components which use the levels of administrative areas. The address format label in the rural areas is written in the following order: the name of the hamlet, the number of RT, the number of RW, house number, name of the village and sub-district, district names and postcodes. Address locator proposal can be used to search for addresses which using the RT and RW components. The result of using the address locator proposal shown 100% compatibility for addresses which has house number. The results of geocoding wouldn’t be matched 100% when the house number does not exist.

Kata Kunci : alamat, geocoding, address locator, daerah perdesaan

  1. S2-2017-392326-abstract.pdf  
  2. S2-2017-392326-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-392326-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-392326-title.pdf