Laporkan Masalah

KONSEP BUNDO KANDUANG DALAM KEBUDAYAAN MINANGKABAU: PERSPEKTIF FILSAFAT SEJARAH ARNOLD JOSEPH TOYNBEE

ALIKA NURUL HAQQI, Dr. Misnal Munir

2017 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat

Penelitian konsep Bundo Kanduang dalam kebudayaan Minangkabau: perspektif filsafat sejarah Arnold Joseph Toynbee bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan perempuan di Minangkabau yang disebut Bundo Kanduang yang diberikan oleh adat Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi sentral Bundo Kanduang dalam kebudayaan Minangkabau dan menjelaskan peran yang dimainkan Bundo Kanduang dalam kebudayaan Minangkabau dan posisi penting seorang perempuan di Minangkabau Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dan studi lapangan. Studi kepustakaan dilakukan sebagai rujukan utama dalam proses penelitian. Data yang digunakan studi kepustakaan diperoleh dari naskah akademis. Sedangkan data lapangan dilakukan untuk memperoleh sumber indormasi langsung dari tokoh adat yang berkaitan dengan kelembagaan adat Minangkabau. Tata cara pengambilan data lapangan adalah dengan menggunakan wawancara. Analisis data yang dilakukan dengan tahapan-tahapan berikut: deskripsi, interpretasi, koherensi internal, heuristik, verstehen. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah: Pertama, Bundo Kanduang adalah seorang figur pemimpin perempuan di Minangkabau, dan sebagai pengantara keturunan dalam adat di Minangkabau. Kedua, konsep dan peran Bundo Kanduang terlihat dalam pembahasan filsafat sejarah Arnold Joseph Toynbee. Hubungan antara individu dan masyarakat sebagai kesatuan yang tidak terpisahkan, kehadiran Bundo Kanduang sebagai minoritas kreatif yang terampil di masyarakat yang akan membawa perubahan menjadi lebih baik dan berkembang.

This study the concept of Bundo Kanduang in terms of Minangkabau culture: Historical Perspective Philosophy of Arnold Joseph Toynbee to determine the leadership of women in Minangkabau called Bundo Kanduang given by Minangkabau. This study to determine the central position Bundo Kanduang in Minangkabau culture and explain the role played Bundo Kanduang in Minangkabau culture and important position of a women in Minangkabau. The research is the study of literature and field studies. The study of literature available done as the main reference in the process of research. The data be used study literature obtained from academic. Data on field visits to obtain a source of information directly from the customary institutional custom customary Minangkabau. The procedures to claim data the field is using interview. Analysis of data done with the following stage : description, interprestasi, coherence internal, a heuristic, verstehen. The results of the research is: the first, Bundo Kanduang was a figure a female superior in Minangkabau custom, and as a go-between of a scion in the Minangkabau custom. Second, the concept and role of Bundo Kanduang seen in discussion philosophy history Arnold Joseph Tonybee. The relationsip between the individual and society as an inseperable unity, the presence Bundo Kanduang as a creative minority who are skilled in the comunity that will bring about change for the better and growing.

Kata Kunci : Bundo Kanduang, Perempuan, Minangkabau, Filsafat Sejarah, /Bundo Kanduang, female, Minangkabau, Philosophy History