PREDIKTOR KEMATIAN PASIEN RAWAT INAP ANAK DENGAN PENYAKIT JANTUNG BAWAAN
ANDAR JUAN RIVAI P S, dr. Indah Kartika Murni, M.Kes., Ph.D., SpA(K).; dr. Kristia Hermawan, M.Sc., SpA.
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar Belakang: Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan penyebab terbanyak kelainan jantung pada anak. Saat ini belum ada penelitian yang dilakukan tentang prediktor kematian pada penderita kelainan jantung bawaan pada anak di Indonesia. Tujuan: Untuk mengetahui faktor prediktor kematian pasien rawat inap anak dengan penyakit jantung bawaan. Metode: Penelitian kohort retrospektif dilakukan di RSUP dr Sardjito, Yogyakarta, Indonesia pada anak berusia di bawah 18 tahun yang terdiagnosis penyakit jantung bawaan sejak tahun 2011-2013. Pemilihan sampel dilakukan secara nonprobability sampling menggunakan data penelitian reducing nosocomial infection and improving rational antibiotic use in children in Yogyakarta, Indonesia di RSUP Dr Sadjito tahun 2011-2013. Hasil: Selama rentang waktu penelitian terdapat 2646 orang anak yang dirawat di RSUP Dr Sardjito dan 216 orang (8,16%) terdiagnosis penyakit jantung bawaan. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi penelitian sebanyak 215 orang (8,12%). Proporsi kematian pada penyakit jantung bawaan adalah 14,4% (31/215), dimana 8,8% (19/215) merupakan pasien PJB asianotik dan 5,6% (12/215) merupakan pasien PJB sianotik. Faktor prediktor kematian pasien rawat inap anak dengan penyakit jantung bawaan adalah usia < 1 tahun (aOR: 6.11 95%CI: 1.63 - 22.94), pasien rujukan (aOR: 3.09 95%CI: 1.11 - 8.59), PICU (aOR: 6.09 95%CI: 2.0118.40), kelainan sindrom (aOR: 4.26 95%CI: 1.03 -17.53), dan infeksi nosokomial (aOR: 2.99 95%CI: 1.080 - 8.32). Kesimpulan: Faktor prediktor kematian pasien rawat inap anak dengan penyakit jantung bawaan adalah usia < 1 tahun, pasien rujukan, perawatan PICU, kelainan sindrom, dan infeksi nosokomial.
Background: Congenital heart disease is the most frequent etiology of heart disease in children. Currently there is no research for mortality predictors of children with congenital heart disease in Indonesia. Objective: To determine mortality predictors of hospitalized children with congenital heart disease. Methods: We conducted a retrospective cohort study of children less than 18 years old with congenital heart disease since 2011-2013. We conducted non probability sampling for eligible subjects and reviewed medical data based on reducing nosocomial infection and improving rational antibiotic use in children in Yogyakarta, Indonesia research data that previously held in Dr Sardjito, Yogyakarta tertiary hospital. Result: A total of 2646 children hospitalized in Dr Sardjito tertiary hospital during the study period. Of those, 216 children (8,16%) had congenital heart disease and 215 children (8,12%) eligible for inclusion criteria. Mortality ratio during hospitalization was 14,4% (31/215) which consists of 8,8% (19/215) acyanotic congenital heart disease and 5,6% (12/215) cyanotic congenital heart disease. Mortality predictors for hospitalized children with congenital heart disease were age less than 1 years old (aOR: 6.11 95%CI: 1.63 - 22.94), referral patients (aOR: 3.09 95%CI: 1.11 - 8.59), PICU (aOR: 6.09 95%CI: 2.01-18.40), syndrome abnormality (aOR: 4.26 95%CI: 1.03 -17.53), nosocomial infection (aOR: 2.99 95%CI: 1.080 - 8.32). Conclusion: Mortality predictors for hospitalized children with congenital heart disease were age less than 1 years old, referral patients, PICU, syndrome abnormality, nosocomial infection.
Kata Kunci : penyakit jantung bawaan, anak, mortalitas, rawat inap, prediktor, congenital heart disease, children, mortality, hospitalization, predictors