PENGELOLAAN PESISIR BERBASIS ANALISIS KERENTANAN MASYARAKAT TERHADAP EROSI PANTAI KASUS DI KAWASAN PESISIR SAMAS, KABUPATEN BANTUL, DIY
RR. ANNA DYAH RETNO , Prof. Dr. rer. nat. M. Aris Marfai, M.Sc.; Dr. Estuning Tyas Wulan Mei, M.Sc.
2016 | Tesis | S2 GeografiWilayah pesisir merupakan wilayah peralihan dengan berbagai karakteristik serta pengaruh dari aktivitas ekosistem darat maupun laut. Pantai Samas merupakan salah satu pantai yang pernah terkena dampak erosi pantai cukup parah dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Kabupaten Bantul. Pada tahun 2013, erosi pantai yang terjadi cukup menimbulkan kerugian bagi masyarakat setempat dan Pemerintah. Potensi bahaya erosi pantai di Kawasan Pantai Samas menunjukkan bahwa perlu pengelolaan pesisir lebih baik. Pengelolaan kawasan pesisir Samas dapat dilakukan dengan mempertimbangkan aspek fisik, sosial, dan ekonomi masyarakat setempat melalui penilaian kerentanan terhadap erosi pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kerentanan fisik, sosial, ekonomi, dan total terhadap erosi pantai, serta menganalisis pengelolaan pesisir berbasis aspek kerentanan di kawasan pesisir Samas. Metode penelitian yang diterapkan adalah penggunaan aplikasi ILWIS (Integrated Land and Water Information System) dalam menganalisis data kerentanan menggunakan SMCE (Spatial Multi Criteria Evaluation), dengan melakukan survei lapangan, wawancara dan pengisian kuesioner. Unit analisis dalam penelitian ini adalah rumah dengan metode sensus dalam pengambilan datanya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rumah dalam daerah penelitian, yaitu berjumlah 102 rumah. Hasil olahan data kerentanan fisik menunjukkan adanya kecenderungan rumah dengan kelas tinggi mayoritas berada dekat dengan pantai. Hal ini dikarenakan bahwa bobot tertinggi kerentanan fisik adalah variabel jarak rumah terhadap pantai. Tingkat kerentanan sosial sedang cukup banyak pada rumah-rumah di kawasan pesisir Samas. Tingkat kerentanan ekonomi tinggi cukup menonjol tergambar pada variasi spasial rumah warga dimana keberadaan rumah berwarna merah cukup banyak dan menyebar. Tingkat kerentanan total skenario equal tinggi menunjukkan bahwa rumah tersebut memiliki kerentanan tinggi pada aspek fisik keberadaan lokasi rumah, kondisi sosial dengan karakteristik sosialnya dan tingkat kerapuhan ekonominya. Pengelolaan pesisir dengan melihat hasil penilaian kerentanan masyarakat memerlukan kesadaran masyarakat untuk menyesuaikan fungsi kawasan dan mematuhi batas sempadan pantai, menguatkan modal sosial, dan meningkatkan program kerja oleh beberapa Dinas, didukung Pemerintah setempat, peran aktif komunitas dan masyarakat setempat.
Coastal area is transition area whose several characteristics and influences from terrestrial and marine ecosystem activities. Samas beach is one of the beach in Bantul Regency which was adversely affected by beach erosion in 2013. The event was causing loss both for community and government. The potential of erosion hazard in Samas coastal area indicates that it needs to apply perferable coastal area management. Samas coastal area management can be applied by considering physical, social, and economical aspect of community by assesing vulnerability against beach erosion. The objectives of this research are to analyse physical, social, and economical vulnerability against beach erosion and to review coastal management beased on vulnerability aspect in Samas coastal area. Research method which is applied in this research is the usage of ILWIS (Integrated Land and Water Information System) application in analyzing vulnerability data using SMCE (Spatial Multi Criteria Evaluation), which is obtained by field survey, interviews, and fulfillment questionnary. Census method is used to obtain data from 102 populations around Samas coastal area. Research results show that physical vulnerability is considered by the distance of building to beach. High physical vulnerability can be found in the southern part which is located close to the sea and the density of high building. On the contrary, Northern part of Samas coastal area tend to be classified as low vulnerability. High economical vulnerability is quite prominent showed in the houses distribution variability where the red colour is dominantly spread. Vulnerability map shows those houses are classified as high vulnerability on physical aspect of houses, social condition and characteristics and economical vulnerability. Coastal management by reviewing vulnerablity assessment result needs recognizion of coastal communities to adjust the existing RTRW, strengthen social capital, and improve work program by several agencies, supported by local government and active role of local community.
Kata Kunci : Pengelolaan Pesisir, Kerentanan, Erosi Pantai, Metode SMCE, ILWIS