FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN MULTI-DRUG RESISTANT TUBERCULOSIS (TB MDR)DI RSUP Dr. SARDJITO YOGYAKARTA
ERMA NURJANAH W, dr. Yanri Wijayanti S, SpPD, PhD.; Dr. drg. Dibyo Pramono, SU, MDSc.
2017 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Permasalahan baru yang berkaitan dengan tuberkulosis (TB)yaitu kekebalan ganda kuman TB terhadap obat anti TB atau TB MDR. Terjadinya TB MDR merupakan suatu fenomena buatan manusia sebagai akibat dari pengobatan pasien TB yang tidak adekuat maupun penularan dari pasien TB MDR. Pengobatan TB MDR membutuhkan biaya yang lebih mahal dan membutuhkan waktu yang lebih lama serta keberhasilan pengobatan yang belum pasti. RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta merupakan salah satu rumah sakit rujukan TB MDR yang melaksanakan manajemen terpadu pengendalian tuberkulosis resisten obat (MTPTRO). Kegiatan dan kinerja MTPTRO belum pernah didokumentasi dan dianalisa sehingga belum diketahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kejadian TB MDR pada pasien yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan rancangan penelitian case control study. Subjek penelitian adalah pasien terduga TB MDR yang terdiri atas 61 kasus TB MDR dan 61 kasus bukan TB MDR. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder dari register TB.06 MDR, rekam medis, register TB.03 MDR, dan formulir data dasar pasien terduga TB MDR di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode Januari 2012 sampai September 2016 kemudian dianalisis untuk mengetahui kemaknaan hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat menggunakan Chi Square, dan untuk mengetahui faktor risiko yang paling dominan menggunakan multiple logistic regression. Hasil: Pasien TB MDR lebih banyak pada laki-laki (63,93%), usia >45 tahun (52,46%), pernah mendapatkan pengobatan TB (96,72%), tidak pernah merokok (75,41%), tidak pernah kontak erat dengan pasien TB MDR (86,89%), dan tidak pernah diperiksa HIV-AIDS (59,02%). Secara statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara umur, jenis kelamin, riwayat pengobatan TB, merokok, kontak erat dengan pasien TB MDR, dan HIV-AIDS terhadap kejadian TB MDR di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta (P value >0,05). Kesimpulan: Variabel umur, jenis kelamin, riwayat pengobatan TB, merokok, kontak erat dengan pasien TB MDR, dan HIV-AIDS secara statistik tidak berhubungan dengan kejadian TB MDR di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Background: The new problems emerging with regard to TB that is double immunity TB germ against drug of antituberculosis or MDR TB. The occurrence of MDR TB is a phenomenon of man-made as a result the treatment of patient who do not adekuat as well as the transmission of MDR TB patients. MDR TB treatment costs more expensive and require longer periods of time as well as the success of the treatment is uncertain. Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta is one of MDR TB referral hospital that implemented integrated management of drug resistant tuberculosis control. Activity and performance integrated management of drug resistant tuberculosis control in Dr. Sardjito Hospital has not been documented and analyze to know what factors are associated with MDR TB incidence. Methods: In this research using observational analytic and design case control study. The subjects are suspect MDR TB patients which are 61 MDR TB patients and 61 non MDR TB patients. The collected data are secondary data from the register TB. 06 MDR, medical records, register TB. 03 MDR, and from the data base of suspect MDR TD patients in Dr. Sardjito Hospital from January 2012 to September 2016. Data analyze using chi square to know significance of associated between dependen and independent variables and using multiple logistic regression to know the most dominant risk factors. Results: MDR TB patients more in males (63,93%), age >45years (52,46%), previously TB treatment (96,72%), never smoking (75,41%), not contact with MDR TB patients (86,89%), never examined HIV-AIDS (59,02%). Statistically there was no significant associated between age, sex, previously TB treatment, smoking, contact with MDR TB patients, and HIV-AIDS with MDR TB incidence in Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta (P value >0,05). Conclusion: Statistically, the variabes of age, sex, previously TB treatment, smoking, contact with MDR TB patients, and HIV-AIDS wsa not associated with MDR TB incidence in Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta.
Kata Kunci : TB MDR, faktor risiko, suspek, RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, MDR TB, risk factors, suspect, Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta.