PLURALISME AGAMA DALAM TEOLOGI JOHN HICK (1922-2012) PERSPEKTIF FILSAFAT PERENNIAL FRITHJOF SCHOUN (1907-1998)
FUAD NOORZEHA, Dr. Arqom Kuswanjono
2017 | Tesis | S2 Ilmu FilsafatTesis ini berjudul Pluralisme Agama dalam Teologi John Hick Perspektif Filsafat Perennial Frithjof Schoun penelitian ini bertujuan untuk melacak permasalahan Pluralisme agama dengan Parennial philosophy yang memiliki gagasan dan ide yang tidak jauh berbeda berdasarkan penolakan terhadap Era Modern yang dianggap serba positif dan mendekontruksi sakralisasi agama. Penulis memakai filsafat perennialisme Schoun sebagai landasan teori bertujuan untuk melihat permasalahan pluralisme agama dalam teologi John Hick dengan kaca mata yang berbeda meskipun memiliki hasil yang sama yaitu kesatuan agama-agama. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka (Library Research) dengan objek material yaitu pluralisme agama dalam teologi John Hick, sebagai objek formal penulis menggunakan filsafat perennialisme Frithjof Schoun. Penelitian ini merupakan penelitian filosofis kualitatif mengenai Pluralisme agama dalam teologi John Hick dengan filsafat perennial yang telah berkembang menjadi sebuah perspektif dalam studi keagamaan dalam rangka mengharmonisasikan keragamaan pada tradisi-tradisi dan agama-agama yang ada, guna mencari titik temu dalam wilayah teologis dan sosiologis. Cara penelitian karya ilmiah ini dilakukan dengan mengumpulkan data kepustakaan, klarifikasi, identifikasi sumber pustaka terkait dengan tujuan penelitian. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan pendekatan historis faktual dengan unsur metodis meliputi interpretasi, holistika, kesinambungan historis, deskripsi, bahasa analogical kemudian komparasi antara kedua pemikiran. Penelitian ini diharapkan dapat menawarkan sudut pandang baru dalam melihat pluralisme agama sehingga memberikan pemahaman dasar pada pemahaman pluralisme agama di Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, Filsafat perennialis menginginkan sebuah jalan bagaimana manusia dapat mencapai yang absolut dan menuju kepada keharmonisan dalam kehidupan beragama sehingga Schoun membenarkan semua kebenaran agama-agama yang bertentangan sebagai sebuah keyakinan yang sama dan setara. Hal ini yang menurut Hick perlunya membangun teologi global dengan memandang agama yang mengalami perubahan seiring perkembangan zaman, maka kesadaran dalam pluralisme agama semakin terwujud pada pemahaman agama dewasa. Pada kesimpulan bahwa, agama itu tidak sama secara lahiriyah maupun batiniyah, karena konsep yang diajarkan pada setiap agama tentunya berbeda. Islam mengajarkan toleransi hanya pada sisi luar agama saja. Artinya kegiatan bermasyarakat seperti tolong menolong, kerja bakti, bertetangga dsb, bukan pada akidah karena hal ini merupakan ajaran mutlak yang tertuliskan pada Al-Qur'an. Pluralisme adalah suatu ideologi yang bertujuan berbeda dengan Toleransi yang seharusnya dipahami oleh keragaman suku, agama maupun ras sebagai sikap dalam keberagaman.
This thesis under title is Religious Pluralism in the Theology of John Hick Perspective of Philosophy Perennial Frithjof Schoun. This research aims to track problems religious pluralism with Parennial philosophy that has ideas and ideas that are not much different based on the rejection of the Modern Era are considered all-positive and descontruction sacralization religion. Schoun perennialisme author uses philosophy as the theoretical foundation aims to look at the problem of religious pluralism in the theology of John Hick with different views even though it has the same result, namely the unity of religions. This type of research is the research library (Library Research) with a material object that religious pluralism in the theology of John Hick, as a formal object author uses philosophy perennialisme Frithjof Schoun. This research is a philosophical qualitative regarding religious pluralism in the theology of John Hick with perennial philosophy that has grown into a perspective in the study of religion in order to harmonize diversity of traditions and religions exist, in order to find common ground in the area of theological and sociological. How to research scientific work is done by collecting literature data, clarification, identification of sources of literature related to the research objectives. The data have been analyzed using factual historical approach with methodical elements include like interpretation, holistika, historical continuity, description, analogical language then a comparison between two thoughts. This research is expected to offer a new angle in view of religious pluralism so as to provide basic understanding to the understanding of religious pluralism in Indonesia. The results of this study indicate that, Philosophy perennialis wanted a way how people can achieve absolute and toward harmony in religious life so Schoun justify all the truth of conflicting religions as a faith and equal. This is according to Hick need to build global theology with a view religion that changes with the times, the awareness in religious pluralism increasingly realized in religious understanding adult. At the conclusion that religion is not the same as lahiriyah or batiniyah, because the concepts taught in every religion certainly different. Islam teaches tolerance only on the outer side of religion alone. This means that social activities such as helping, voluntary work, neighbors, etc., not on faith because it is inscribed in the absolute teachings of the holy Qur'an. Pluralism is an ideology that aims different from the tolerance that should be understood by the diversity of ethnicity, religion or race as a gesture in diversity.
Kata Kunci : Perennialisme, Pluralisme Agama, Global Teologi, Toleransi