Laporkan Masalah

PERAN KOMUNITAS PEREMPUAN DALAM PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN

SUGIYANTO, Prof. Dr. Muhadjir M. Darwin, MPA.

2017 | Tesis | S2 Manajemen dan Kebijakan Publik

Penelitian Peran Komunitas Perempuan Dalam Peningkatan Kualitas Permukiman dengan studi kasus Paguyuban Kalijawi di Bantaran Sungai Gajahwong dan Sungai Winongo ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peranan Paguyuban Kalijawi dalam upaya menangani permasalahan permukiman kumuh di Bantaran Sungai Gajahwong dan Sungai Winongo; dan (2) mendeskripsikan respon kaum laki-laki terhadap keberadaan Paguyuban Kalijawi yang merupakan bentuk penonjolan peran perempuan dalam memenuhi kebutuhan permukiman yang layak. Adapun dasar pengambilan penelitian ini adalah keunikan kaum perempuan dalam jalur organisasional untuk masuk ke ranah kaum laki-laki yaitu bidang permukiman. Keterbatasan kaum laki-laki dalam hal keuangan dan waktu menjadi alasan, masuknya komunitas perempuan untuk meningkatkan permukiman di sekitar, dari renovasi rumah hingga pembangunan fasilitas umum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sementara untuk informan, terdiri dari anggota Paguyuban Kalijawi, suami dari anggota paguyuban tersebut, Arkom Jogja, Kimpraswil Kota Yogyakarta, Bappeda Kota Yogyakarta, FKWA, dan masyarakat sekitar. Adapun teknik pengambilan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Strategi pengambilan data dilakukan dengan tiga cara, yaitu: FGD kepada kelima kelompok yang menjadi responden tentang filosofi dan program, wawancara secara personal kepada anggota Paguyuban Kalijawi dan suaminya tentang motivasi kaum perempuan dan respon dari kaum laki-laki, serta wawancara personal kepada anggota Paguyuban Kalijawi terkait kelembagaan. Untuk mengetahui keberhasilan dari Paguyuban Kalijawi maka peneliti menggunakan analisis Institutional Building yang dikemukakan oleh Milton J, Esman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kehadiran Paguyuban Kalijawi memberikan bukti bahwa kaum perempuan dapat menjadi partisipan aktif dalam menangani permasalahan permukiman kumuh di bantaran Sungai Gajahwong dan Sungai Winongo. Perubahan dapat dirasakan dari tatanan fisik seperti kondisi rumah anggota Paguyuban Kalijawi dan fasilitas umum, serta meningkatkan aspek ekonomi melalui penguatan modal usaha dan aspek sosial melalui program-program pemberdayaan masyarakat. (2) Respon kaum laki-laki yang ditunjukkan dalam persepsi dan sikap terhadap eksistensi Paguyuban Kalijawi bersifat positif dan menerima. Keterbatasan waktu di rumah dan penghasilan serta masuknnya emansipasi perempuan menjadi faktor utama dalam menentukan respon positif oleh kaum laki-laki.

This study of the women's community role in increasing settlement quality with case study of Paguyuban Kalijawi in Gajahwong and Winongo riverbanks aimed to describe the role of Paguyuban Kalijawi in order to handle slum settlement along the riverbanks of Gajahwong and Winongo; and to describe men's responses toward the existence of Paguyuban Kalijawi which is a standout form of the women's role in meeting the needs of proper settlement. The foundation of this study relies on the uniqueness of women in organizational path which is entering men's domain especially in housing area. The limitation of men in financial and time have been the reasons why the women initiate to increase settlement around, start from house renovation until build the public facilities. The method that has been used in this study is qualitative method with case study approach. Meanwhile for the informants, consist of the members of Paguyuban Kalijawi, the husbands of the Paguyuban members, Arkom Jogja, Kimpraswil of Yogyakarta city, Bappeda of Yogyakarta city, FKWA, and the society around. The informants sampling was gained through purposive sampling technique. Data collection strategy has been carried out by three ways which are FGD with five groups that become the respondents about philosophy and program, personal interview with the members of Paguyuban Kalijawi about their motivation and the husbands about their response as men, and also personal interview with the members of Paguyuban Kalijawi related to the institution. To understand the succeed of Paguyuban Kalijawi, researcher used Institutional Building analysis which has been proposed by Milton J. Esman. Result of the study showed that (1) the existence of Paguyuban Kalijawi has been a prover that women could become active participants in handling slum settlement in riverbanks of Gajahwong and Winongo. The development can be felt from the physical arrangement such as the house's condition of members of Paguyuban Kalijawi and public facilities, also increasing economy aspect through strenghtening the working capital and social aspect through society empowering programs. (2) Men's responses were showed in their perceptions and attitude toward the Paguyuban Kalijawi existence which is positive and accepting. The time limitation to be at home, the income, and also the rising of woman emancipation become main factors in determining positive responses of the men.

Kata Kunci : peranan Paguyuban Kalijawi, permukiman, respon kaum laki-laki/Paguyuban Kalijawi role, settlement, men�s responses

  1. S2-2017-372922-abstract.pdf  
  2. S2-2017-372922-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-372922-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-372922-title.pdf