Laporkan Masalah

PENILAIAN TINGKAT KEMATANGAN MANAJEMEN ENERGI DI DALAM INDUSTRI

YOPIE BERTONY, Adi Djoko Guritno, Dr., Ir., MSIE

2017 | Tesis | S2 Manajemen

Kebutuhan energi di Indonesia setiap tahunnya meningkat. Peningkatan ini dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Pertumbuhan PDB tersebut mencerminkan pertumbuhan dunia usaha didalam industri. Dampak dari pertumbuhan dunia usaha adalah meningkatnya kebutuhan energi nasional yang signifikan. Pemerintah sebagai lembaga esekutif negara berusaha untuk mengendalikan pertumbuhan tersebut dengan mengeluarkan kebijakan terkait pengelolaan energi. Targetnya adalah semua pengguna energi diatas 6000 Ton Oil Equivalent (TOE), termasuk perusahaan-perusahaan yang ada didalam industri. Pengelolaan energi memerlukan cara dan standarisasi agar mendapatkan hasil yang optimal. Pengelolaan energi yang efektif dapat membantu dalam penghematan biaya yang disebabkan oleh konsumsi energi. Namun, pada umumnya cara dan standarisasi yang digunakan membutuhkan investasi yang cukup besar. Investasi yang dikeluarkan untuk pembiayaan konsultasi pihak ke tiga dan proses perizinan. Oleh sebab itu dibutuhkan solusi yang efisien untuk perusahaan sebagai penedekatan dalam manajemen energi. EMMM50001 merupakan sebuah produk integrasi bidang akademisi dan praktisi yang dapat dijadikan model tahap awal yang efisien dalam manajemen energi. EMMM50001 adalah gabungan standarisasi ISO50001 dan kematangan kemampuan manajemen perusahaan dalam manajemen energi. Pada praktiknya model ini digunakan untuk menilai kondisi kemampuan perusahaan dalam proses perbaikan. Pada penelitian ini model EMMM50001 digunakan untuk menilai tingkat kematangan manajemen energi perusahaan-perusahaan yang ada didalam industri. Data yang dianalisa adalah data primer yang dikumpulkan dengan teknik kuesioner. Teknik kuesioner dinilai sesuai dengan kebutuhan penulis karena sampling dalam industri yang besar. Responden industri sebanyak 33 perusahaan yang dipilih adalah individu-individu yang berkerja di dalam subsektor kimia, faribrikasi, otomotif dan machining yang mewakili sektor manufaktur, individu pada sektor jasa dan sektor energi. Pengolahan data pada penelitian ini menggunakan teknik statistik deskriptif yang dilanjutkan dengan mereduksi data menggambarkan hasil statistik dalam grafik bar dan mengambil kesimpulan dari kondisi yang ada. Hasil penelitian menunjukan tingkat kematangan manajemen energi di dalam industri, berada pada tingkat defined. Pada tingkat ini praktek manajemen telah sesuai dengan proses-proses yang ada pada ISO 50001. Selain tingkat kematangan manajemen energi pada penelitian ini dijabarkan proses-proses ISO 50001 yang tertinggi dan terendah yang dapat digunakan sebagai acuan pembanding perusahaan dalam menentukan strategi perbaikan selanjutnya. Secara garis besar dibutuhkan proses perbaikan yang berkelanjutan untuk mendapatkan hasil manajemen energi yang optimal.

Energy needs in Indonesia each year increased. This increase was influenced by the growth of Gross Domestic Product (GDP). The GDP growth reflects the growth of businesses in the industry. The impact of business growth is the increasing energy needs of national significance. Government as state executive agencies trying to control such growth by issuing policies related to energy management. The target is all energy users over 6000 Tons of Oil Equivalent (TOE), including companies that are in industries Energy management requires methods and standardization in order to obtain optimal results. Effective energy management can help in cost savings due to energy consumption. However, in general ways and standards that are used require substantial investment. Investment incurred to finance a third-party consulting and licensing process. Therefore, required an efficient solution for the company as an approach to energy management. EMMM50001 is a product of the integration of academics and practitioners that used as a model in the early stages of efficient energy management. EMMM50001 is combined ISO50001 standardization and maturity of the enterprise management capabilities in energy management. In practice this model was used to assess the condition of the ability of companies in the repair process. In this study EMMM50001 models used to assess the maturity level of energy management companies existing on the industry. Data analyzed were the primary data collected the questionnaire technique. Questionnaire assessed in accordance with the needs of writers in the industry due to large sampling. Industry respondents as many as 33 companies selected are individuals who work in the subsector of chemical, fabrication, automotive and machining representing the manufacturing sector and individuals on the services sector and the energy sector. The data in this study using descriptive statistical techniques followed by reduce the data and illustrate the statistical results on the bar graphic. Finally taking result of existing conditions. The results showed the maturity level of energy management in industry, is at a defined level. At this level of management practices in accordance with the processes that exist in ISO 50001. In addition to energy management maturity level in this study described the processes of ISO 50001 highs and lows values that can be used as benchmark reference company in term of determining subsequent improvement strategies. The condition of maturity level broadly need, the continuous improvement process to get the optimal energy management.

Kata Kunci : Energy Management System (EnMS), ISO 50001, Capability Maturity Management (CMM)