PROFIL MIKROORGANISME DAN KEPEKAAN TERHADAP ANTIMIKROBIA PADA PASIEN PENDERITA ABSES LEHER DALAM DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA TAHUN 2010 - 2015
DWIKI AFANDY, dr. Agus Surono, Ph.D, M.Sc., Sp. THT-KL (K) ; dr. Raden Ludhang Pradipta R., M.Biotech, Sp.MK ;
2016 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang : Abses leher adalah kumpulan pus dalam ruangan potensial atau fasia kepala dan leher. Abses leher dalam lebih sering terjadi di ruang submandibular, faring lateral, retrofaring, dan peritonsilar. Abses leher dalam kebanyakan disebabkan oleh infeksi campuran polimikrobial. Akan tetapi penelitian lebih baru yang dilakukan menunjukkan adanya perbedaan pola mikroorganisme penyebab abses leher dalam. Adanya perubahan pola mikroorgansime penyebab abses leher dalam tentu mempengaruhi jenis antibiotik yang diberikan kepada pasien. Oleh karena itu penelitian ini akan mengamati bagaimana pola mikroorganisme yang ada pada pasien leher dalam dan kepekaannya terhadap antibiotik. Tujuan: memaparkan pola mikroorganisme pada pasien penderita abses dan kepekaannya terhadap antibiotik di Rumah Sakit dr. Sardjito Yogyakarta dalam kurun waktu tertentu. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Data diambil dari RS dr. Sardjito bagian rekam medik dengan diagnosis abses leher dalam diambil dari tahun 2010 sampai dengan 2015. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah rekam medik yang memiliki data hasil kultur bakteri dan uji kepekaan antimikrobia. Hasil : 3 mikroorganisme yang terbanyak adalah P. Aeruginosa, S. Viridans, dan K. Pneumoniae. Jenis antibiotik yang paling efektif antara lain golongan kuinolon, aminoglikosida, dan metronidazol. Kesimpulan : Penyebab abses leher dalam adalah polimikrobial dengan dominasi bakteri gram negatif. Antibiotik yang paling efektif untuk pasien penderita abses leher dalam berdasarkan profil bakteri yang didapat adalah kuinolon, aminoglikosida, dan metronidazol.
Background : Deep neck abscess is defined as a collection of pus in the facial planes and spaces of the head and neck. Deep neck abscess mostly caused by mixed infection of polymicrobial. The newest studies showed different microorganism patterns in deep neck abscess. This different patterns of course will make different choices of antimicrobials to treat patients with deep neck abscess. This research will look at how the microorganism pattern in deep neck abscess and its antimicrobial susceptibility Goal : To explain microorganism pattern in deep neck abscess and its antimicrobial susceptibility in Sardjito hospital between 2010 until 2015. The inclusion criteria for this research are medical records with microorganism culture and antimicrobial susceptibility test attached. Methods : This research used descriptive method. Data are taken from medical records in Sardjito hospital with deep neck abscess diagnosis in 2010 until 2015. Results : P. aeruginosa, S. viridans, dan K. pneumoniae are the most frequently microorganism found in deep neck abscess. The most effective antibiotic are quinolones, aminoglycosides, and metromidazole. Conclusion : Deep neck abscess is caused by polymicrobial with Gram negative bacteria domination. The most effective antibiotic class based on aerobic bacteria profile are quinolone, aminogycoside, while for anaerobic bacteria is metronidazole
Kata Kunci : abses leher dalam, pola kuman, kepekaan antibiotik